Punya Rumah Tanpa Riba, Mau?

Punya Rumah Tanpa Riba,  Mau? Perumahan islami terbesar pertama dikota serang banten, kpr syariah tanpa riba, tanpa bunga bank tanpa sita

Di jual tanah+rumah lokasi ParungLuas tanah ± 300m²Sertifikat SHMRumah 2 lantai2 kamar tidur2 kamar mandiCarportAkses mo...
17/01/2024

Di jual tanah+rumah lokasi Parung

Luas tanah ± 300m²
Sertifikat SHM
Rumah 2 lantai
2 kamar tidur
2 kamar mandi
Carport
Akses mobil

Sudah ada kontrakan 2 pintu
Open 650 jt

Di jual bidang tanah LLebar muka ± 9meterBelakang ± 20Luas  = 543 meterSHM =  SHMOpen harga 3,5jt/m² = 3,5 jt / meterJl ...
23/08/2023

Di jual bidang tanah L
Lebar muka ± 9meter
Belakang ± 20

Luas = 543 meter
SHM = SHM
Open harga 3,5jt/m² = 3,5 jt / meter

Jl Raya Pamulang 2

Bisa Akses mobil
Lebih kurang 300 meter dr jalan raya Pamulang dua
Dekat dari kantor walikota Tangsel

WA 081310789987

Di jual, tanah luas ± 256m² sudah ada kontrakan nya 4 pintu, tepi jalan
19/01/2021

Di jual, tanah luas ± 256m² sudah ada kontrakan nya 4 pintu, tepi jalan

Di jual rumah 2lantai LT 90m² lokasi jl.kecapi 1 jagakarsa
27/01/2020

Di jual rumah 2lantai LT 90m² lokasi jl.kecapi 1 jagakarsa

Bermaksiat Ditempat Sepi Supaya Orang Gak Liat! -Syaikh Nayif & Syaikh ManshurBanyak para pemuda sekarang ini melakukan ...
17/03/2018

Bermaksiat Ditempat Sepi Supaya Orang Gak Liat! -Syaikh Nayif & Syaikh Manshur

Banyak para pemuda sekarang ini melakukan berbagai cara untuk berbuat sesuatu yang telah Allah haramkan, salah satunya adalah mencari tempat sepi agar perbuatannya itu tidak dilihat oleh orang lain, dengan begitu mereka merasa aman, tapi ada satu hal penting yang telah mereka lupakan! Apa itu?

15/02/2018

Menyingkat Shalawat, Salam, Bagaimana hukum menyingkat2 doa seperti SAW, SWT, AS. dll.

_Bismillah wal Hamdulillah.._

Hukum menyingkat-nyingkat salam, shalawat , dan pujian kepada Allah, dimakruhkan oleh umumnya ulama. Sebab, Hal ini dianggap bs mengurangi nilai, dan menghilangkan kesakralannya.

Di Indonesia biasa di singkat SAW, kalau di kitab berbahasa Arab kadang ص saja atau صلعم ..

Imam As Suyuthi dalam _Tadrib Ar Rawiy_ berkata:

ويكره الاقتصار على الصلاة أو التسليم هنا وفي كل موضع شرعت فيه الصلاة كما في شرح مسلم وغيره لقوله تعالى : ( صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ) إلى أن قال : ويكره الرمز إليهما في الكتابة بحرف أو حرفين كمن يكتب ( صلعم ) بل يكتبهما بكمالها ) انتهى

_Dimakruhkan memendekkan Shalawat dan Salam di tempat yg disyariatkan padanya shalawat sebagaimana dijelaskan dalam Syarh Muslim, sebab Allah Ta'ala berfirman:_

_Bershalawatlah atasnya dan salam dengan sebenar-benarnya salam_

_Sampai-sampai ada yang mengatakan makruhnya membuat huruf simbol pada keduanya dlm bentuk tulisan baik, baik satu atau dua huruf seperti yang orang tulis (صلعم), tetapi hendaknya dia menulis dengan utuh dan sempurna._ (selesai)

Imam As Sakhawiy dalam _Fathul Mughits_ mengatakan:

واجتنب أيها الكاتب ( الرمز لها ) أي الصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم في خطك بأن تقتصر منها على حرفين ونحو ذلك فتكون منقوصة - صورة - كما يفعله ( الكتاني ) والجهلة من أبناء العجم غالبا وعوام الطلبة ، فيكتبون بدلا من صلى الله عليه وسلم ( ص ) أو ( صم ) أو ( صلعم ) فذلك لما فيه من نقص الأجر لنقص الكتابة خلاف الأولى

_Wahai penulis, jauhilah (membuat simbol) yaitu dalam shalawat dan salam kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam pada tulisanmu dengan meringkasnya menjadi satu atau dua huruf saja, dan semisalnya. Sebab itu bisa mengurangi gambaran Shalawat seperti yang dilakukan oleh Al Kataniy, dan bisa mengelabui orang-orang 'ajam (non Arab), dan kebanyakan penuntut ilmu._

_Maka, mereka mengganti tulisan Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan ص, atau صم, atau صلعم, yang seperti itu dapat mengurangi pahala karena penulisan seperti itu bertentangan dengan yang lebih utama._ (selesai)

Demikian. Wallahu a'lam

24/12/2017

KENAPA SIJUM BERBAGI NASI ?
"Kenapa berbagi nasi ? Saya pernah bertanya hal ini kepada Guru saya, kenapa saya waktu itu diminta beliau untuk berbagi nasi ketika lagi sulit.

Kenapa gak uang saja?
Karena membagikan makanan, ternyata adalah salah satu amal jariyah yang akan terus berkepanjangan amalnya. Jika makanan (nasi) yang kita bagikan dimakan, lalu makanan itu menjadi tenaga bagi seorang laki-laki yang ternyata adalah seorang Ayah yang sedang mencari nafkah demi keluarganya. Maka selama tenaga dalam badannya itu membawa manfaat, insya Alloh kita mendapatkan pahala jihadnya seorang Ayah.
Masya Alloh ... Inilah alasan saya memilih Nasi Jumat sebagai pilihan sedekah saya dan Kawan-kawan Komunitas SiJum (Nasi Jumat). Semoga kita semua tetap istiqomah bersama-sama sampai Jannah. Aamiin

(Sumber : Status FB Ust. Andre Raditya - Founder & Inisiator SiJum)
============================

Sahabat mari kita bersinergi dan berkolaborasi dalam Gerakan Nasi Jum'at Gratis (SiJum) untuk area Tangerang Selatan

https://t.me/SiJumTangerangSelatan
https://t.me/SiJumTangerangSelatan
https://t.me/SiJumTangerangSelatan

28/11/2017

Menjemput Rezeki💰💰

Dua orang tukang perabot keliling bertemu di ujung kompleks. Beristirahat sejenak di tengah siang nan terik.

Tukang perabot 1: Udah laku banyak ya, Kang?

Tukang perabot 2: Ya, Alhamdulillah tadi ember laku dua, tudung saji tiga, gelas dua lusin, sapu dua, kemoceng lima, sikat satu pak, sama bola dan celengan udah tinggal yang kecil. Yang besar mah abis.

TP 1: Wah hebat pisan, kang. Saya mah hari ini belum laku apa2. Cape aja yang ada. Tadi ada yang nanya ember, nawarnya kemurahan, ya gak saya kasih.

TP 2: emang berapa?

TP 1: dua puluh lima ribu, mintanya tiga puluh dua. Ya gak bisa lah, segitu mah modalnya juga gak nutup.

TP 2: iya, jangan maksain jual murah kalau ga ada untung, kang..

TP 1: Udah beberapa hari gak laku. Kayanya saya mah emang ga bakat jualan perabot. Rezekinya gak nyampe-nyampe.

TP 2: eh ya jangan gitu. Udah coba jualan ke kompleks x?

TP 1: Belum, ah di sana katanya banyak anjing.

TP 2: kalo kompleks Y?

TP 1: Belum, malas ah satpam di posnya s**a nanya2 KTP. Emangnya saya mau maling?

TP 2: kalo di pasar?

TP 1: becek, saya takut perabot nya kotor

TP 2: depan sekolahan?

TP 1: Kalo di situ, paling yang laku jepitan rambut, untung nya tipis banget..

TP 2: depan mesjid abis jumatan?

TP 1: belum. Emang bapak-bapak ada yang s**a beli perabot?

TP 2: alun-alun Minggu pagi?

TP 1: ah kebanyakan penjual di sana. Lagian yang laku paling makanan aja.

TP 2 : jadi akang jualan di mana aja?

TP 1: ya di kompleks ini aja, dari pagi sampai siang. Kan ini kompleks paling besar di kota ini, orangnya banyak..

TP 2: *senyum
Ya kalau gitu mah bukan belum rezeki, atuh... Tapi cara ikhtiarnya yang belum maksimal. Mangga kang, saya duluan. Jam p**ang sekolah, saya mau ngetem depan SD.
***

Acapkali kita merasa gak berbakat jualan, rezeki belum nyampe atau barang yg kita jual 'salah' karena nggak juga laku. Sementara kita lupa bahwa ada 1001 cara dalam berjualan yang belum kita coba

*Inspirasi malam semoga bermanfaat 😊
*mari tingkatkan amal ibadah



-4 Gathering Amirah City

28/11/2017

Menjemput Rezeki💰💰

Dua orang tukang perabot keliling bertemu di ujung kompleks. Beristirahat sejenak di tengah siang nan terik.

Tukang perabot 1: Udah laku banyak ya, Kang?

Tukang perabot 2: Ya, Alhamdulillah tadi ember laku dua, tudung saji tiga, gelas dua lusin, sapu dua, kemoceng lima, sikat satu pak, sama bola dan celengan udah tinggal yang kecil. Yang besar mah abis.

TP 1: Wah hebat pisan, kang. Saya mah hari ini belum laku apa2. Cape aja yang ada. Tadi ada yang nanya ember, nawarnya kemurahan, ya gak saya kasih.

TP 2: emang berapa?

TP 1: dua puluh lima ribu, mintanya tiga puluh dua. Ya gak bisa lah, segitu mah modalnya juga gak nutup.

TP 2: iya, jangan maksain jual murah kalau ga ada untung, kang..

TP 1: Udah beberapa hari gak laku. Kayanya saya mah emang ga bakat jualan perabot. Rezekinya gak nyampe-nyampe.

TP 2: eh ya jangan gitu. Udah coba jualan ke kompleks x?

TP 1: Belum, ah di sana katanya banyak anjing.

TP 2: kalo kompleks Y?

TP 1: Belum, malas ah satpam di posnya s**a nanya2 KTP. Emangnya saya mau maling?

TP 2: kalo di pasar?

TP 1: becek, saya takut perabot nya kotor

TP 2: depan sekolahan?

TP 1: Kalo di situ, paling yang laku jepitan rambut, untung nya tipis banget..

TP 2: depan mesjid abis jumatan?

TP 1: belum. Emang bapak-bapak ada yang s**a beli perabot?

TP 2: alun-alun Minggu pagi?

TP 1: ah kebanyakan penjual di sana. Lagian yang laku paling makanan aja.

TP 2 : jadi akang jualan di mana aja?

TP 1: ya di kompleks ini aja, dari pagi sampai siang. Kan ini kompleks paling besar di kota ini, orangnya banyak..

TP 2: *senyum
Ya kalau gitu mah bukan belum rezeki, atuh... Tapi cara ikhtiarnya yang belum maksimal. Mangga kang, saya duluan. Jam p**ang sekolah, saya mau ngetem depan SD.
***

Acapkali kita merasa gak berbakat jualan, rezeki belum nyampe atau barang yg kita jual 'salah' karena nggak juga laku. Sementara kita lupa bahwa ada 1001 cara dalam berjualan yang belum kita coba

*Inspirasi malam semoga bermanfaat 😊
*mari tingkatkan amal ibadah

07/10/2017
Keuntungan mengikuti gathering yaitu 1. mendapat tiket seminar properti syariah 2. mendapat ilmu berinvestasi secara sya...
28/09/2017

Keuntungan mengikuti gathering yaitu
1. mendapat tiket seminar properti syariah
2. mendapat ilmu berinvestasi secara syariah
3. Penjelasan tentang Amirah City by Hasanah Land
4. Mendapatkan makan untuk 2 orang
5. Mendapatkan NUP dimana nup itu untuk pemilihan unit dan mendapatkan harga promo
6. mendapatkan cluster paling depan di mana jaraknya hanya 100 m dari gerbang utama

*” Ketika Riba Menghancurkan Keluarga Kami”*Kutulis kisah ini untuk segenap muslimah. Meskipun dengan menulisnya, hatiku...
27/09/2017

*” Ketika Riba Menghancurkan Keluarga Kami”*

Kutulis kisah ini untuk segenap muslimah. Meskipun dengan menulisnya, hatiku semakin teriris-iris. Namun biarlah luka itu menganga, asalkan kalian tidak menjadi korban berikutnya.
Dulu… aku pernah merasakan bahagianya pernikahan.

Aku mencintai suamiku, dia pun mencintaiku. Meskipun hidup pas-pasan, rumah tangga kami diliputi kedamaian. Suamiku orang yang pekerja keras. Ia berusaha mendapatkan tambahan penghasilan untuk bisa ditabung seiring Allah mengkaruniakan seorang buah hati kepada kami. Kami pun berusaha hidup qanaah, mensyukuri nikmat-nikmat Allah atas kami.

Saat-saat paling membahagiakan bagi kami adalah ketika malam hari. Saat sunyi dini hari, anakku lelap dalam tidurnya, aku dan suami bangun. Kami shalat malam bersama.

Suamiku menjadi imam dan aku larut dalam bacaan Qur’annya. Tak jarang aku menangis di belakangnya. Ia sendiripun juga tak mampu menahan isak dalam tilawahnya.

Entah mengapa. Mungkin karena kami melihat teman-teman yang telah punya mobil baru. Tetangga yang membangun rumah menjadi lebih indah. Mulai terbersit keinginan kami agar uang kami semakin bertambah.

Suamiku tak mungkin bekerja lebih lama karena ia sudah sering lembur untuk menambah penghasilannya.

Tiba-tiba aku tertarik dengan bisnis saham. Sebenarnya aku tahu sistem bisnis ini mengandung riba, tapi entahlah.

Keinginan menjadi lebih kaya membutakan mataku.
“Ambil bisnis ini saja, Mas. Insya Allah kita bisa lebih cepat kaya,” demikian kurang lebih saranku pada suami.

Dan ternyata suamiku juga tidak menolak saran itu. Ia satu pemikiran denganku. Mungkin juga karena tergoda oleh rayuan iklan bisnis saham tersebut.
Akhirnya, kami membeli saham dengan seluruh tabungan yang kami miliki.

Suamiku mengajukan kredit untuk modal usaha kami. Sejumlah barang yang bisa kami jual juga kami jadikan modal, termasuk perhiasan pernikahan kami.

Beberapa pekan kemudian, bisnis kami menunjukkan perkembangan meskipun tidak besar.

Kami mengamati saham hingga ibadah-ibadah sunnah yang dulunya membahagiakan kami mulai keteteran. Tilawah tidak sempat. Shalat sunnah hilang diterpa kantuk dan lelah. Hidup mulai terasa gersang di satu sisi, tetapi kekayaan mulai tergambar di sisi lain.
Hingga suatu hari, tiba-tiba harga saham menurun drastis.

Kami seperti terhempas dari ketinggian. Kami sempat berharap bisa bangkit, tetapi harga saham kami justru semakin terpuruk. Hutang kami semakin menumpuk. Cash flow keluarga kami berantakan.
Di saat seperti itu, emosi kami seperti tidak terkendali. Ada sedikit saja pemicu, aku jadi marah. Pun dengan suami.

Ia jadi sering menyalahkanku karena menyarankan bisnis riba dengan modal riba p**a. Aku pun membela diri dan mengatakan kepadanya, mengapa sebagai suami yang harusnya jadi imam malah mengikuti saran istri jika saran itu keliru.

Pertengkaran memuncak. Aku tidak dapat menguasai diri.

“Kalau begitu, ceraikan saja aku,” kataku malam itu.
“Ya, aku ceraikan kamu,” jawab suami dengan nada tinggi. Mendengar teriakan talak itu aku terhentak. Aku menangis. Anakku juga menangis. Tapi terlambat. Suamiku terlanjur pergi setelah itu.
Kini aku harus membesarkan anakku seorang diri.

Sering sambil menangis aku membaca ayat:
ﻳَﻤْﺤَﻖُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﻭَﻳُﺮْﺑِﻲ ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺎﺕِ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (QS. Al Baqarah: 276)

Wahai para muslimah… qana’ah… qana’ah… Jangan menuntut suamimu lebih dari kemampuannya. Tak ada larangan untuk berusaha bersama-sama agar kondisi finansial menjadi lebih baik. Tetapi jangan sekali-kali terperosok dalam bisnis riba. Bahagia dalam hidup sederhana lebih baik daripada jiwa menderita karena cinta dunia.
Cukuplah aku yang berkata sambil menangis, “Dulu kami dipersatukan oleh ketaatan kepada Allah, lalu kami dipisahkan oleh kedurhakaan pada-Nya”

*Diadaptasi dari kisah nyata dalam Sa’atan-Sa’atan yang ditulis Syaikh Mahmud Al Mishri dan Sirriyun lin Nisa’ yang ditulis Syaikh Ahmad Al Qaththan.

✍diambil dari Artikel Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia

Address

Jalam Raya Taktakan
Serang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Punya Rumah Tanpa Riba, Mau? posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category