05/05/2020
๐ก๐ฎ๐ฏ๐๐ป๐ด๐น๐ฎ๐ต ๐ฑ๐ถ ๐๐ผ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ ๐ถ๐น๐ถ๐ธ๐ถ ๐ฅ๐๐บ๐ฎ๐ต ๐ฆ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ
Namanya Ibu Rima, salah seorang konsumen yang hendak membeli rumah lewat skema pembiayaan Bank. Selama lebih dari satu tahun, Ibu Rima intens komunikasi dengan Ani, marketing kantor. Sungguh marketing yang tangguh dan sabar. Selama lebih dari 12 bulan setia melayani Ibu Rima yang ingin sekali memiliki rumah.
Beberapa kali saya bertemu dengan bu Rima di kantor untuk mendiskusikan skema-skema yang memungkinkan baginya memiliki rumah sendiri. Bekerja di Dinas Kesehatan di Magelang, bu Rima hampir memasuki usia pensiun. Umurnya telah masuk angka 56 tahun. Diusianya yang telah senja, beliau masih dipusingkan urusan membeli rumah.
โ๐๐ข๐บ๐ข ๐ฏ๐จ๐ฐ๐ฏ๐ต๐ณ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐จ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฃ๐ข๐ฌ, ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ 2 ๐ซ๐ข๐ฎ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ฆ ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ต๐ฐ๐ณ. ๐๐ข๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ฅ๐ช ๐๐ฐ๐จ๐ซ๐ข ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ช๐ข๐ฉโ.
Ibu Rima adalah seorang ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐ญ๐ฆ ๐ฎ๐ฐ๐ต๐ฉ๐ฆ๐ณ dengan dua anak laki-laki. Anak pertama telah bekerja di luar negeri. Dan lainnya masih dibangku kuliah.
Beberapa bulan lalu saya dapat kabar bu Rima mengundurkan diri dari proses pembelian rumah lewat Bank. Alasanya, karena DP yang diminta terlalu tinggi, 30 persen. Sementara tabungan DP yang telah dikumpulkan selama setahun belum cukup.
Padahal, Koperasi Property Today Indonesia (KPTI) telah memberikan keringanan pembayaran DP dengan cicilan 12 bulan tanpa bunga. Pembayaran DP yang seharusnya dibayarkan lebih cepat, juga telah diringankan dengan membayar mundur. Dengan demikian, lebih dari 1 tahun kantor memilih mengalah untuk tidak menjual tanah yang diminati bu Rima pada orang lain.
Dari sisi hitungan bisnis, jelas kami rugi. Karena lebih 12 bulan membiarkan tanah tak berganti uang, dan mengabaikan pembeli lain yang sesungguhnya bisa bayar lebih cepat. Mungkin ini yang disebut sebagai ๐ฆ๐ต๐ช๐ค ๐ฐ๐ง ๐ค๐ข๐ณ๐ฆ ketika perempuan memimpin. Atas nama kesamaan sebagai perempuan, atas nama ingin memastikan kaumnya sejahtera dan berdaya, hitungan bisnis nomor sekian. Bukan berarti juga kami memilih rugi ya. Tentu saja tidak.
Ibu Rima, hanya satu contoh dari mungkin sekian banyak orang yang mengalami nasib serupa. Puluhan tahun, bahkan jelang usia pensiun bekerja sebagai PNS tak menjamin kesejahteraan. Setidaknya, hal ini bisa dilihat dari bahkan kebutuhan dasar berupa papan belum terpenuhi. Bagaimana dengan nasib yang lain, yang penghasilanya mengandalkan UMR Jogja yang hanya cukup untuk membayar Pekerja Rumah Tangga (PRT), ๐ฃ๐ข๐ฃ๐บ ๐ด๐ช๐ต๐ต๐ฆ๐ณ atau hanya cukup untuk memenuhi seluruh perut isi rumah.
Hingga tahun 2019, ada 7.8 juta orang yang masih tinggal mengontrak atau tinggal bersama keluarga. Berbagai program pemerintah seperti Kredit Pemilikan Rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), skema pembangunan perumahan berbasis komunitas inisiatif Kementerian PUPR, pemerintah daerah, pengembang lokal, dan perbankan telah digalakkan.
Tentu saja banyak yang terbantu dengan program tersebut. Meski, ada banyak juga yang membeli, namun urung ditempati. Seperti dialami salah seorang kawan yang membeli rumah FLPP di daerah Godean, Sleman. Jarak rumah yang terlalu jauh dengan kota, terletak di bawah bukit, menyebabkan rumah dengan program serupa ditinggalkan dan tak banyak diminati.
Koperasi Property Today Indonesia (KPTI) sejak lama telah menggagas gerakan menabung tanah lewat Koperasi. Semangat dari Koperasi KPTI yang digawangi oleh para pengusaha property ini adalah menyediakan tanah murah yang terjangkau bagi masyarakat. Selain berbisnis, semangat koperasi KPTI juga melakukan pendidikan dan pengaderan.
Secara prinisp, cara kerja Koperasi KPTI sama dengan koperasi pada umumnya; dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota. Setiap anggota membayar iuran dalam bentuk tabungan, lantas uang tersebut dibelanjakan tanah oleh pengurus koperasi berdasarkan mufakat anggota. Dari sana keuntungana dibagi secara proporsional lewat Sisa Hasil Usaha (SHU).
Dengan cara menabung demikian dan keuntungan yang didapat lewat SHU, amat mudah bagi anggota memiliki aset-tanah untuk hunian. Koperasi KPTI meyakini, jika semakin banyak koperasi semacam KPTI berdiri, dikelola dengan profesional, transparan, dengan prinsip-prinsip koperasi, juga siap dengan perubahan era digital, niscaya akan banyak masyarakat yang dapat memiliki tanah hunian yang layak.
Perempuan seperti Ibu Rima, juga lainnya yang teramat sulit mengandalkan gajinya untuk membeli rumah, seharusnya bisa difasilitasi lewat koperasi. Karena rumah tak sekedar tempat tinggal, ia adalah kebutuhan dasar tempat tumbuh kembang generasi penerus kita.
๐๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ ๐๐ฐ๐ฎ๐ข๐ณ๐ช๐บ๐ข๐ฉ, ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ณ๐ถ๐ด ๐๐ฐ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ช ๐๐ณ๐ฐ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐บ ๐๐ฐ๐ฅ๐ข๐บ ๐๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐ด๐ช๐ข (๐๐๐๐)
๐๐ถ๐ญ๐ถ๐ด๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ด๐ค๐ข๐ด๐ข๐ณ๐ซ๐ข๐ฏ๐ข ๐๐ฏ๐ต๐ณ๐ฐ๐ฑ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐จ๐ช ๐๐๐