Ketersediaan tempat tinggal atau rumah memang menjadi kebutuhan primer bagi manusia, namun rumah sebagai bagian dari jenis properti tidak selalu menjadi bagian dari kebutuhan primer. Terutama saat pilihan rumah sudah melebihi kebutuhan pemilik seperti spesifikasi yang mewah, luasan yang berlebih, serta tidak lagi memperhatikan harga sehingga properti yang mahal pun dibeli atas pertimbangan S**A. J
enis properti tersebut menjadi kebutuhan Tersier atau bukan lagi pokok, karena cenderung lebih kepada pertimbangan kepuasan dan Investasi. Namun apakah kenaikan nilai ini akan selalu sesuai dengan harapan atau target Investasi dan bisa disebut sebagai UNTUNG atau malah BUNTUNG ??? Karena BEBAN PENGELUARAN yang muncul setelah memiliki properti pilihan menjadi tidak terhitung, atau bahkan dapat mengurangi nilai dari properti itu sendiri
Saat target Capital Gain tidak tercapai dan bahkan nilai nya dibawah Inflasi maka kita bisa sebut sebagai Properti rugi /BUNTUNG. Apakah akan memaksakan harga jual sesuai target Capital Gain...?? Apakah penetapan harga telah sesuai dengan Daya beli pasar, dimana kondisi saat ini harga properti cenderung tinggi namun Daya beli tidak naik secara seimbang,
dan bahkan saat ini di tengah kondisi Pandemik, Daya beli cenderung turun
APAKAH INVESTASI PROPERTI MASIH MENJADI KOMODITI INVESTASI YANG BAIK...??? Tentu masih bisa, namun perlu diingat bahwa memilih Properti bukan lagi sekedar seperti memilih pasangan hidup, namun perlu memiliki pengetahuan yang baik untuk merencanakan. Tujuan dari pembelian, skenario pembayaran yang tepat, pemahaman atas legalitas, mengenal lingkungan dlsb. tidak hanya saat membangun kita perlu mendesign agar sempurna, membeli properti pun perlu perencanaan yang matang agar tidak menjadikan masalah dikemudian hari. karena nyesel itu gak enak gais