11/06/2026
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam sejumlah proyek bukan untuk mengambil alih tugas kementerian, melainkan membantu pekerjaan yang sulit dijangkau atau tdk dapat dilaksanakan karena berbagai keterbatasan.
Menurut Maruli, TNI biasanya turun membantu proyek di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), yg sering kali memiliki nilai proyek kecil namun membutuhkan biaya dan akses transportasi yg besar. Kondisi tersebut membuat proyek sulit menarik minat pelaksana.
Ia mencontohkan proyek bernilai sekitar Rp200 juta di daerah terpencil seperti Pulau Nias yang kerap menghadapi kendala pelaksanaan. Dalam situasi seperti itu, TNI hadir untk membantu agar pembangunan tetap berjalan.
Maruli juga menanggapi sorotan terkait keterlibatan TNI dlm pencegahan aksi begal. Ia menegaskan bahwa TNI hanya disiagakan di titik-titik rawan sebagai langkah pencegahan, bukan mengambil alih tugas penegakan hukum. Menurutnya, kehadiran personel TNI dapat memberikan efek jera dan mencegah pelaku kejahatan beraksi.
Sumber: Antara