22/02/2026
Sorotan tak hanya tertuju pada substansi negosiasi tarif resiprokal Indonesia–Amerika Serikat, tetapi juga pada dinamika yg terjadi di balik meja konferensi pers, Jumat, 20 Februari 2026.
Dalam forum resmi tsbt, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, dan Duta Besar RI untuk AS Indroyono Soesilo menyampaikan pernyataan kpda media. Namun Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tdk terlihat mendapat kesempatan berbicara.
Sepanjang konferensi pers berlangsung, Teddy tampak mencatat dan mengikuti jalannya acara tanpa memberikan pernyataan publik. Situasi berubah setelah acara resmi ditutup.
Dlm momen yg masih terekam mikrofon, Teddy terdengar melontarkan kalimat, “Gue diundang cuma buat dipajang?” sembari berbicara dgn Airlangga dan Rosan dgn raut wajah serius.
Ucapan trabt lgsg memicu perhatian publik karena disampaikan dlm forum yg membahas isu strategis perdagangan internasional. Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi terkait konteks atau maksud dari pernyataan tsbt.
Di tengah upaya pemerintah memperkuat posisi tawar Indonesia dlm negosiasi tarif dgn AS, momen ini menambah sorotan terhadap dinamika komunikasi dan koordinasi di level elite kabinet.
Publik kini menunggu penjelasan lebih lanjut: apakah ini sekadar candaan internal, atau cerminan ketegangan dalam pengambilan kebijakan strategis?
Sumber :Updte nusntara