07/05/2026
Pemerintah lagi bahas KPR tenor 40 tahun. Katanya cicilan rumah subsidi bisa turun sampai Rp 800 ribuan per bulan.
Kedengarannya menarik banget. Tapi sebelum antusias, ada beberapa hal yang perlu diketahui dulu.
Ulik bareng yuk. π
Ini asal-usul wacananya.
Di peringatan Hari Buruh, Presiden Prabowo menyebut ingin cicilan rumah bisa dijangkau masyarakat kelas bawah, terutama buruh dan petani yang gajinya sekitar Rp 3-3,5 juta per bulan.
Idenya: kalau tenor diperpanjang sampai 40 tahun, cicilan per bulan jadi jauh lebih ringan karena dicicil lebih lama.
Berapa kira-kira cicilannya?
Pakai asumsi bunga 5% flat dan DP sekitar 1%, begini gambarannya:
π Rumah Rp 180 juta
β Tenor 20 thn: ~Rp 1,2 juta/bln
β Tenor 40 thn: ~Rp 880 ribu/bln
π Rumah Rp 250 juta
β Tenor 20 thn: ~Rp 1,7 juta/bln
β Tenor 40 thn: ~Rp 1,19 juta/bln
Selisihnya lumayan, bukan?
Harga rumah subsidi berbeda per wilayah.
Bukan satu harga untuk seluruh Indonesia. Ini kisarannya:
π Jawa & Sumatra (umumnya) β Rp 166 juta
π Kalimantan β Rp 182 juta
π Sulawesi, Bangka Belitung, dll β Rp 173 juta
π Maluku, Bali, Jabodetabek β Rp 185 juta
π Papua & sekitarnya β Rp 240 juta
Cek wilayah kalian masuk yang mana, ini ngaruh ke besaran cicilan juga.
KPR 30 tahun sudah jalan duluan, khusus rusun.
Per April 2026, pemerintah sudah resmi menetapkan tenor 30 tahun untuk rumah susun (rusun) subsidi, dengan bunga tetap 6% per tahun.
Untuk rumah tapak subsidi, aturan soal perpanjangan tenor ini masih dalam pembahasan. Sementara aturan lama masih berlaku, tenornya berkisar 15-25 tahun.
Tunggu dulu, ada sisi yang perlu dipertimbangkan.
Menurut ekonom senior INDEF, KPR 40 tahun punya potensi risiko yang sering tidak disadari:
- Kalau mulai cicil di usia 30, rumah baru lunas di usia 70
- Banyak bank tidak menyetujui cicilan yang melampaui usia pensiun
- Total bunga yang dibayar selama 40 tahun jauh lebih besar dari tenor pendek
Cicilan memang lebih murah, tapi total yang dibayarkan justru lebih banyak.
Siapa yang paling cocok dengan KPR tenor panjang ini?
Pilihan ini lebih masuk akal kalau:
β
Usia masih muda (di bawah 25 tahun saat mulai cicil)
β
Penghasilan masih berkembang ke depan
β
Prioritas utama adalah punya rumah sendiri, bukan meminimalkan total bunga
β
Tidak ada pilihan tenor lebih pendek yang terjangkau
Kalau KPR 30 tahun saja sudah membuat cicilan di bawah Rp 1 juta, itu mungkin pilihan yang lebih bijak.
Kesimpulan sederhana:
Cicilan lebih murah β lebih menguntungkan secara keseluruhan.
KPR 40 tahun bisa jadi pintu masuk yang membantu, tapi pastikan hitungannya matang sebelum tanda tangan.
Kalau ada yang mau tanya soal simulasi KPR, tulis di komentar. Kita hitung bareng. π
Sumber: detik