Griyane Pak Maryamto Nambangan Grogol

Griyane Pak Maryamto Nambangan Grogol Perumahan / jasa angkutan

When you smile πŸ˜€πŸ˜€πŸ’œ
06/12/2019

When you smile πŸ˜€πŸ˜€πŸ’œ

28/08/2019
05/07/2019
02/04/2018

Banyak orang bekerja banting tulang dengan alasan "demi keluarga". Tapi apakah setelah sampai di rumah lantas kita "ngurus keluarga?"
"Saya kan sudah bekerja, capek, kok masih harus ngurus anak lagi!" begitu ujar sang nafsu.

Kalau kita sudah sholat dzuhur, apakah gugur kewajiban sholat ashar?
Kalau kita sudah sholat 5 waktu selama setahun, apakah gugur kewajiban shaum Ramadhan?
Kalau kita sudah shaum Ramadhan tahun kemarin, gugur kewajiban berzakat?
Kalau kita sudah membayar zakat, gugur kewajiban mencari nafkah?
Kalau kita sudah mencari nafkah, gugur kewajiban mendidik anak?
Karena itu, apakah setelah melaksanakan satu kewajiban (bekerja mencari nafkah) otomatis selesai atau gugur kewajiban lainnya? Apakah mencari nafkah itu satu-satunya kewajiban?

Bagi saya, boleh tak setuju, lelah, letih, tidak boleh jadi alasan ketika sampai rumah lalu abai mengurusi keluarga dengan anak. Kenapa?
Karena Demi Allah!
Anak saya tak lama hidup dengan saya.
Demi Allah! Anak saya akan pergi dari rumah saya. Tugas saya hanya mempersiapkan mereka siap berpisah dengan saya. Berpisah untuk menjalani kehidupan, sebagai hamba Allah, sebagai suami/istri, sebagai calon orangtua, sebagai anggota masyarakat, sebagai individu tersendiri.
Demi Allah! Anak saya bukan milik saya, maka saya harus siap dan ikhlas ketika peristiwa itu datang, perpisahan dengan anak. Entah karena mereka merantau, berkelana, mencari ilmu, menjelajah kehidupan di penjuru bumi, atau mungkin kematian yang memisahkan.

Mumpung Allah berikan kesempatan anak-anak di rumah, tidak boleh kesempatan ini disia-siakan.
Maka, saya harus tarbiyah mereka, dan install fikroh mereka. Semua anak butuh software untuk menggerakan hardware mereka. Kalau saya tidak menginstallnya, akan ada pihak lain yang melakukannya.

Anak saya adalah mad'u saya, kader da'wah saya. Sudahkah kita jadi musyrifah, murobbi untuk anak-anak kita?

13/06/2017

Sebuah Kesadaran dan Penyesalan Seorang Steve Jobs di Saat-saat Akhir Hidupnya

Saya temukan cerita ini dari timeline Abdil Hasani S . Mohon baca sampai habis

Steve Jobs merupakan salah seorang yang pernah masuk ke dalam nama-nama daftar orang terkaya di Amerika. Ia merupakan mantan bos Apple Inc, Pixar Animation yang memiliki kekayaan bersih sebanyak $5,1 miliar pada tahun 2009.

Jobs meninggal pada 5 Oktober 2011 akibat komplikasi kanker pankreas bentuk langka. Dan sebelum kematiannya, ada sebuah kesadaran dan penyesalan yang menghantui pikirannya di saat-saat akhir hidupnya. Berikut kutipannya.
Sebuah Kesadaran dan Penyesalan Seorang Steve Jobs di Saat-saat Akhir Hidupnya

Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan, karena selain kerja, hobbyku tak banyak.

Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenung jalan kehidupanku, kekayaan, nama, kedudukan semuanya itu tidak ada artinya lagi.

Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut kematian yang mendekat pada diriku.

Sekarang aku mengerti, seseorang asal memiliki harta secukupnya buat diri gunakan itu udah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas bagaikan monster yang mengerikan.

Tuhan memberi kita organ-organ perasa, agar kita bisa merasakan cinta kasih yang terpendam dalam hati kita yang paling dalam. Tapi bukan kegembiraan yang datang dari kehidupan yang mewah --- itu hanya ilusi saja.

Harta kekayaan yang aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. Yang aku bisa bawa adalah kasih yang murni yang selama ini terpendam dalam hatiku. Hanya cinta kasih itulah yang bisa memberiku kekuatan dan terang.

Ranjang apa yang termahal di dunia ini? Ranjang orang sakit. Orang lain bisa bukakan mobil untukmu, orang lain bisa kerja untukmu, tapi tidak ada orang bisa menggantikan sakitmu. Barang hilang bisa didapat kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali lagi.

Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa kesehatan itu betapa berharganya.

Kita berjalan di jalan kehidupan ini. Dengan jalannya waktu, suatu saat akan sampai tujuan. Bagaikan panggung pentaspun, tirai panggung akan tertutup, pentas telah berakhir.

Pesan ini semoga menjadi hikmah,

Please, Share Jika Bermanfaat Ya!

-------------------------------------------
Anda s**a dunia entrepreneur? Join Facebook Group saya bersama 90ribu member lainnya di : bit.ly/bisnisforum
-------------------------------------------

20/01/2017

...but just look at us holding on, we' re still together still going strong...🎼🎡

20/01/2017

Address

NAMBANGAN GROGOL WERU SUKOHARJO
Surakarta
57141

Telephone

081548789529

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Griyane Pak Maryamto Nambangan Grogol posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category