Karyaku

Karyaku Perhatian...!!! Bila ada postingan kurang baik mohon di kritik dan beri saran yang menasehati bukan memaki

14/01/2024

PCMD 26

"Alhamdulillah kenyang" ujar Kris yang sudah menyandarkan tu buhnya ke dinding papan rumahnya.

"Alhamdulillah kekenyangaann" sahut Lisha Seot

Kris menoleh pada Lisha kemudian terkekeh mendapati sang kekasih duduk seperti ibu hamil yang hendak lahiran.

"Napa ketawa-ketawa?" Sungut Lisha

"Kau lucu dek"

"Udah mau malam, kok yang lain belum pulang sih?" Tanya Lisha setelah melihat jam pada ponselnya

"Kurang tau dek" jawab Kris

20/12/2023

PCMD 35

Kris mengambil bantal dari kamarnya lalu menutup pintu utama dan meletakkan bantal tepat di sisi Lisha, ia pun berbaring bersebelahan dengan Lisha.

Pukul 4 sore Lisha terbangun dari tidurnya, setelah mencuci muka ia masuk ke dapur mencari sesuatu yang bisa mengisi perutnya karena kelaparan, namun setelah mencari tak ada lagi makanan pagi tadi yang ia buat dari rumah ifah yang tersisa hanya nasi putih.

"Haduh makan dengan apa yah" gumamnya sembari mengelus perutnya

Lisha keluar rumah lalu berjalan ke arah samping rumah dimana ada tanaman sayuran, iapun bergegas memetik pucuk daun singkong setelah di rasa cukup ia segera kembali ke dalam rumah. Setelah mencuci daun singkong dan merebus, ia menyiapkan bumbu untuk sambal teman daun singkong rebus tersebut.

"Alhamdulillah dah jadi, bangunin kak Kris, kira-kira dia mau ndak yah makan ginian" ucapnya ragu

"Wahh makan enak nih" suara Kris membuatnya terjingkat kaget

"Hih kakak buat kaget ajah" omelnya

"Heheh, eummm enak" ucap Kris yang mencomot rebusan daun singkong tadi ke dalam mulutnya

Lisha hanya bisa melongo, sebab pikirnya Kris tak akan menyukai masakan seperti yang ia buat namun yang ia lihat sangat berbeda. Kris terlihat sangat doyan.

"Loh dek, apa kau ingin menonton saja? Ayoo makan " ucap Kris sambil menyendok nasi ke piringnya

"Eh i iya kak" lisha ikut duduk di sebelah Kris

"Dek kenapa buatnya hanya sedikit?" Tanya Kris dengan mulut penuh

"Telan dulu itu makanannya kak, nanti keselek" tegur Lisha yang di angguki Kris " yah aku pikir kakak ndak s**a masakan kayak gini" lanjutnya menjawab pertanyaan Kris

Kris menatapnya intens membuat Lisha salah tingkah.

"Dek, ini menu kes**aan aku" ungkap Kris lalu menambahkan sayur rebus itu ke dalam piringnya tak lupa menghabiskan sambal buatan Lisha.

"Kak kok sambalnya di habiskan sih"

"Kau enakan melamun daripada makan, lama-lama makanan adekpun ku habiskan sekalian"

"Dih kakak tega bener"

Kris hanya terkekeh menanggapi ocehan sang kekasih, dengan cekatan ia membagi sayur dan sambal itu ke piring Lisha walaupun kekasihnya menolah karena sudah kenyang.

"Kak udah cukup, perutku sudah ndak muat ini" omel Lisha saat Kris menambahkan nasinya untuk yang ke dua kali.

"Habiskan, biar tambah gemoy" tutur Kris

Lisha hanya bisa melirik Kris dengan tatapan sinis, walaupun yang di lirik hanya mengangkat-angkat ke dua alisnya. Mengejek. Dengan berat hati Lisha menghabiskan makanan di piringnya.

---
"Alhamdulillah kenyang" ujar Kris.

End.

19/12/2023

PCMD 34

Jawaban Lisha mampu membuat mata Kris terbelalak, ia terkejut pasalnya pakaian sebanyak itu harus di cucinya sendiri.

"Tidak perlu dek, itu terlalu banyak" Kris melarang

"Ihh kakak, ndak masalah kalii... itu tuh biar gak numpuk" seloroh Lisha

"Ya sudah kakak bantuin" ucap Kris

"Ndak perlu kak, ada Ifah yang temani aku nanti" tolaknya

Kris menghela nafas, pasrah. Ia tidak bisa melarang Lisha melakukan itu, Kris juga ingin melihat sampai mana kemampuan gadis mungilnya itu mencuci pakaian sebanyak itu.

"Tapi setelah itu kakak yang angkatin yah heheh" ujar Lisha

"Iyah dek" sahut Kris merasa gemas

Keduanya kembali fokus dengan minuman masing-masing.

"Lishaaa.... ayoo nyuciii" suara cempreng milik Ifah membuat kedua sejoli itu terkejut

"Ifah bisa tidak suaramu itu di kecilkan" geram Kris

"Hhehehe sory... " ifah yang mendapat teguran hanya ketawa

"Hmm ya sudah ayok nyuci keburu panas nanti" ajak Lisha

Lisha dan Ifah menuju aliran air irigasi pembagian kesawah tepat berada di belakang rumah Kris, air yang jernih membuat Lisha dan Ifah bersemangat untuk mencuci karena biasanya air tersebut akan keruh dan banyak sampah jika ada pembersihan saluran.
-
Pukul 2 siang cucianpun rampung, kini Lisha dan Ifah tinggal mandi setelahnya keduanya kembali kerumah, ifah sudah membawa pakaiannya yang memang cuman sedikit sementara Lisha kembali kerumah guna memanggil Kris untuk membantunya membawa pakaian tersebut untuk di jemur.

"Udah sana ganti pakaian dulu, ini nanti saya yang bawa" ujar Kris saat Lisha hendak mengangkat satu bak pakaian

"Ya sudah, makasih kak" Lisha pun gegas ke dalam rumah berganti pakaian.

Setelah berganti ia segera ke tempat di mana tali jemuran berada, Lisha tersenyum saat mendapati Kris sudah menjemur sebagian pakaian yang ia cuci tadi.

"Makasih kak" ujarnya

"Udah biasa kerjain ini kalau mama yang nyuci" sahut Kris

Keduanya kembali sibuk menjemur hingga selesai.

"Hufff... panas" seru Lisha sambil mengipasi tu buhnya dengan telapak tangan

"Istirahatlah dek, seharian kau kerja terus" ujar Kris

Lisha hanya mengangguk kemudian berbaring di lantai yang beralaskan karpet tak lupa mengambil bantal juga kipas angin dari dalam kamar, melihat itu Kris hanya geleng-geleng kepala kemudian beranjak ke dapur membasuh wajah dan kaki lalu kembali ke tempat dimana Lisha berbaring.

"Pasti kelelahan, baru sebentar saja sudah ketiduran" gumamnya menatap kekasihnya yang sudah tidur pulas

Kris pun mengambil bantal dari kamarnya.

End...

14/12/2023

PCMD 33
21+

Ucapan Lisha begitu lirih sebab takut jika ada yang sudah bangun dan mendengar suaranya.

"Kenapa dek, masih mau nambah? Hemm" sahut Kris dengan mata terpejam

"Ihss kakak nih, ayo bangun dulu" ia melemparkan pakaian milik lelaki itu tepat mengenai wajahnya.

Kris terduduk sebab kaget dengan hantaman baju tersebut, ia melihat ke arah Lisha menatap kekasihnya dengan tatapan tajam namun Lisha hanya cengir kemudian beranjak keluar kamar menuju sumur untuk membersihkan diri.

---
"Lisha bangun..." samar suara Ifah terdengar membangunkannya

Matanya enggan terbuka sebab baru beberapa menit yang lalu ia tidur setelah shalat subuh namun di paksakan untuk bangun sebab tak enak hati pada penghuni rumah yang sudah bangun.

"Lehermu kenapa merah-merah gitu, alergi?" Lisha terperanjat mendengar pertanyaan Ifah, gegas ia meraih tas selempangnya dan mengambil cermin di dalamnya. Matanya terbelalak kala melihat tanda Kiss Mark di lehernya ada beberapa jejak di sana.

'Kenapa di tinggalin jejak sih' rutuknya membatin

"Hei... itu kenapa? Malah melamun"

"Emm ini di gigit semut... yah di gihit semut hehe" elaknya

"Owh... nanti saya mintain minyak tawon untuk di gososk ke bekas gigitannya biar tidak jadi luka"

"Hmm iyah santai ajah fah"

"Dan maaf yah kamarku kurang nyaman"

"Ih apaam sih, jangan ngomong gitu fah..."

Setelah memakai hijab, Lisha keluar bersama Ifah menuju dapur mengerjakan rutimitas seperti mana sebelumnya.

Besok adalah dimana bulan yang di tunggu-tunggu seluruh muslim dan muslimah di dunia dimana dalam 1 bulan itu semua akan menunaikan ibadah puasa. Lisha membantu ifah bebenah di rumahnya dan setelah itu baru Lisha ke rumah Kris guna untuk bebenah juga agar nyaman ketika menyambut malam pertama sahur.

"Huff... selesai juga" ucapnya sembari mengelap peluh yang berada di dahinya.

"Dek..." Lisha menoleh saat Kris memanggilnya lelaki itu memberikan minuman kemasan gelas dingin pada Lisha

"Capek?" Tanya Kris sambil duduk di samping kekasihnya

"Lumayan, tapi ndak seberapa kok ini jika di bandingkan kalau bebenahnya besok saat puasa" jawabnya

Kris hanya tersenyum mendengar pertanyaan Lisha, ia kagum. Pasalnya banyak wanita yang ia bawa ke rumah sederhananya ini tapi tak ada yang sesibuk Lisha yang harus membersihkan setiap sudut rumahnya bahkan menyapu halaman depan hingga belakang, tadipun ia melihat Lisha mengumpul pakaian kotor ke dalam bak besar.

"Dek, kau kumpul pakaian kotor itu?" Tanya Kris lagi

"Iyah, mau aku cuci" jawabnya.

14/12/2023

PCMD 32
21+

"Aku Ikhlas kak" ucap Lisha Lirih "aku ikhlas jika kakak sama seperti dia yang hanya menikma ti ku saja" lanjutnya lagi namun dengan suara serak menahan tangis

"Siapa dia?" Tanya Kris

Namun lama tak ada jawaban dari Lisha hanya isak tangis yang ia dengar, Kris mengubah posisi dari duduk kini berbaring di sisi Lisha yang tengah memunggunginya.

"A-aku ndak ma-mampu menyebut nama i-itu lagi" jawabnya terbata "terlalu sakit mengingatnya" lanjutnya

Kris menghela nafas panjang, dia memang kecewa namun ia tak sanggup melihat wanita yang sudah ia cintai menangis, tak terpungkiri ia juga lelaki bej@t yang pernah tidur dengan wanita lain sebelum mengenal Lisha.

Kris menggeser tu buhnya mendekat lalu mem€luk Lisha dari belakang dan membalikkan badan wanitanya mengahadap padanya namun Lisha sendiri tak mampu menatap Kris sekalipun berada di tempat gelap, ia hanya sedikit menunduk dan memejamkan mata.

"Dek, Tatap aku" pinta Kris

Lisha mend**gak menatap mata elang itu walau dalam kegelapan hanya ada cahaya dari ventilasi pintu dan jendela, Kris membelai pipinya lembut yang sudah basah dengan air mata.

"Jangan menangis, aku tidak seperti dia" ungkapnya

"S-sungguh?" Tanya Lisha masih dengan sisa isakan tangisnya

"Iyah, Kakak akan bertanggung jawab jika suatu saat nanti terjadi sesuatu" jawab Kris " adek mau percaya sama kakak, kan?" Lanjutnya

Lisha hanya mengangguk, di peluknya tu buh atletis itu dengan erat, Kris pun membalas pelukan itu. Hingga ia merasa desiran aneh menjalar di tu buhnya yang sempat hilang datang kembali, Kris menatap manik Lisha meminta persetujuan dan wanita itu hanya mengangguk tanda setuju .

Kris memulai kembali aksi yang sempat tertunda, sampai keduanya kelelahan dan terpejam sambil berpelukkan.

---

Azan subuh berkumandang Lisha terbangun dari tidurnya, ia menepuk jidat kala melihat tu buhnya dan kekasih sedang tak memakai sehelai benang. Lisha pun membangunkan Kris

"Kak, bangun... pakai pakaian dulu" ucapnya berbisik takut

05/12/2023

PCMD 31a
21+

Lisha memejamkan mata merasakan sentuhan demi sentuhan di tubuhnya, ia menyukai itu namun takut akan hal serupa yang di alaminya dahulu terulang dimana kekasihnya dulu meninggalkannya setelah merenggut semua dari dirinya termaksud kesuciannya. Pun ia takut Kris kecewa sebab yang ia tutupi selama ini akan terbongkar bahwa dia tak suci lagi sebagai seorang gadis, Lisha terentak kaget kala gemuru guntur beradu membuatnya memeluk erat sang kekasih yang saat ini masih memposisikan diri di atas tub-uhnya.

"Dek" lirih Kris memanggilnya

Lisha melonggarkan kaitan tangannya , wajahnya menghangat sebab merasa malu akan tindakannya barusan.

"Emphh..."

Kris melum*t bib*rnya kini dengan kelembutan tangannya tak tinggal diam, kemudian meraba mencari sesuatu yang berarti di sana. Pergerakannya terhenti saat tangan Lisha menahannya, Kris melepaskan tautannya dan menatap Lisha.

"Aku mohon kak, kakak akan menyesal nantinya" pinta Lisha memohon

"Kakak tidak paham dek maksudmu apa?" Tanya Kris

"Sulit untuk di jelaskan kak"

"Kalau begitu biarkan aku mencari tau sendiri"

"Emphhh..."

Kris kembali melum*t bib*r Lisha dengan sedikit brutal, tangan kekarnya merem*s buah dad@ milik Lisha yang masih terbalut piyama dan bra . Dengan perlahan ia membuka kancing piyama itu satu persatu dan

Cup

"Ah kak" pekik Lisha saat Kris mengecup bagian dad*nya

"Pelankan suaramu dek" pinta Kris yang di angguki Lisha, kini dia pasrah apa yang akan terjadi nanti akan ia terima jika Kris akan memutuskan hubungan mereka saat mengetahui semuanya.

"Ah.." desahnya saat jari Kris menyentuh bawahnya

Tanpa aba-aba ia melucuti celana piyama dan celana dalam milik kekasihnya, Lisha menggelinjang kegelian saat jari Lelakinya bermain di bawahnya.

"Shh... ah kak hentikan" pintanya, ia sudah tidak bisa menahan gejolak dalam tubuhnya.

Kris menghentikan gerakan jarinya kemudian membuka semua pakaiannya, detik kemudian ia memulai penyatuan namun saat dalam penyatuan Kris berhenti sejenak ia merasa ada yang berbeda. Sementara Lisha pasrah di bawah lelakinya, ia pasrah jika nanti Kris akan memutuskan hubungan mereka karena sudah pasti lelaki itu akan kecewa.

Lisha menggigit bib*r bawahnya kuat dan memejamkan mata kala merasakan benda tumpul milik Kris keluar dari miliknya, selang beberapa detik tak kunjung ada pergerakan dari Kris. Lisha membuka matanya meski remang-remang dia tau bahwa kekasihnya masih berada di sampingnya namun memunggunginya.

"Aku Ikhlas kak"

End

05/12/2023

PCMD 30a
21+

Mendengar panggilan dari sang kekasih Kris menutup kembali ghorden tersebut kemudian menghampiri Lisha yang berada di kasur dalam kegelapan namun masih bisa di lihat sebab cahaya kilat yang berseru.

"Kenapa dek?" Tanya Kris dengan volume suara rendah

"Takut" lirihnya

Kris tak berucap lagi kemudian ia menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya, Lisha melingkarkan tangannya di perut Kris membuat lelaki itu tersenyum kikuk.
-
Lama dengan posisi duduk akhirnya Kris membawa Lisha ke pembaringan saat menyadari sang kekasih sudah terlelap namun pergerakannya membuat Lisha terbangun.

"Maaf dek mengganggu tidurmu" ujar Kris berbisik

Lisha kegelian saat merasakan deru nafas Kris menyapu kulit bagian telinganya, Membuat Kris terkekeh dan terus mengerjai gadis itu dengan meniup daun telinganha.

Lisha yang geram dengan perlahan meraba wajah Kris membuat lelaki itu menghentikan keusilannya, sejurus kemudian ia memekik.

"Auwh dek sakit, lepasin" pekiknya melepaskan jari jemari Lisha yang menjewer telinganya

"Rasain tuh " ucap Lisha kemudian memyelimuti tubuhnya namun Kris menahan pergerakan tangannya.

"Adek harus di hukum" bisik Kris membuat tubuh Lisha meremang

Detik kemudian ia hanya bisa membelalakan mata saat bib*r Kris sudah menempel pada bib*rnya.

"Buka" ucap Kris yang masih menempelkan bib*rnya

Perlahan Lisha membuka mulutnya , ia memejamkan mata kala merasakan lidah Kris bermain di dalam sana.

"Emhh... kak" lirihnya saat Kris melepaskan tautan bib*r berganti ke lehernya

Mendengar itu membuat Kris semakin tak terkendali ia kembali melum*t bib*r Lisha dengan rakus

"Emhh ah kak" desahnya tertahan sebab takut terdengar oleh orang lain walau hujan masih mengguyur dengan keras

"Kenapa dek, hmm" tanya Kris

"J-jangan berlebihan dari ini kak" jawab Lisha terbata saat Kris menindih tubuhnya

"Aku akan bertanggung jawab dan tidak akan lari" ucapnya tulus

Lisha menggeleng bukan itu yang ia takutkan, melainkan ia takut Kris akan kecewa nantinya.

End..

05/12/2023

PCMD 30a

Di kamar Riski memang luas, terdapat dua ruangan yang di buat oleh Riski sendiri. Satu ruang untuk tidur dan satunya lagi untuk bersantai jika ada teman-temannya datang, ruangan itu hanya tersekat lemari papan besar hanya gorden sebagai penutup.

"Mana Lisha? Kenapa tidak di ajak ke sini" Riski bertanya

"Di kamar Ifah" jawab Kris sambil merebahkan tubuhnya

"Panggil kesini, masa kau jadi anti nyamuk" ledek Riski lagi

Kris hanya menatap sepupunya itu yang sedang memeluk kekasihnya, ia bisa melihatnya sebab gorden belum di tutup. Kris mengambil ponselnya mengotak atik benda tersebut, ia mengirim pesan pada Lisha.


[Dek ke kamar sebelah, ajak Ifah jika kau takut]

Ting


[Baiklah]

Tak lama Lisha datang bersama Ifah, saat Ifah masuk ia mendelik melihat tingkah sang kakak dan juga kekasihnya itu.

"Kenapa kak?" Tanya Lisha yang masih berdiri di dekat kasur busa tersebut

"Tidak ada, hanya saja kakak ingin adek disini sebentar saja" jawab Kris, ia menarik Lisha agar duduk di dekatnya.

Ifah naik ke kasur dan duduk di pinggiran mentok dinding sambil bermain Handpone, Lisha ikut duduk di sebelah ifah mengambil posisi tengah jadi di kiri kanannya adalah ifah dan Kris.

Hujan turun sangat kencang, terlihat di ruangan yang di tempati Riski sudah dalam keadaan gelap walau masih terlihat samar sebab di tempat mereka bertiga masih terang.

"Anak-anak tidur, jangan begadang!" Perintah Budek dari luar sebab pintu di kunci

"Iya ma" jawab Ifah sambil menutup mulutnya karena menguap

"Udah ngantuk Fah?" Tanya Lisha

"Iya nih, saya ke kamar yah kalau kau mau ke kamar nanti masuk ajah pintunya tidak saya kunci" ucap Ifah dengan berjalan gontai membuka pintu dan menutupnya kembali

Klik, Listrik padam sebab hujan turun sangat kencang terdapat angin juga.

"Arghh" pekik Lisha saat gemuru guntur berbunyi sangat nyaring, Reflek ia memeluk Kris yang berada di sampingnya membuat ponsel milik kekasihnya itu terjatuh dari genggaman.

"M-maaf kak, aku kaget" ucapnya Lirih

"Iyah tidak apa-apa"

Kris perlahan melepaskan pelukan Lisha, ia kemudian bangkit dari duduknya dan memeriksa apakah Riski sudah tidur atau belum namun yang dapatkan hanya kegelapan juga sesekali terdengar suara Dwy yang merint*h dan mendes@h, Kris hanya menggelengkan kepala sudah paham apa yang di perbuat oleh sepupunya itu, sebab Kris bukan lelaki baik-baik tapi ia tidak pernah berlaku kasar dengan para gadis yang pernah mengisi hatinya.

"Kak.." panggilan Lirih dari Lisha

04/12/2023

PCMD 29a

Kris meringis kala tangan Ifah menampar bagian lengannya.

Hahahah...

Lisha tertawa nyaring sampai pipinya memerah saat melihat kakak beradik sepupu itu saling berbalasan pukulan, kadang terdengar rengekan Ifah minta ampun.

"Udah cukup ihhh kayak bocil tau" ucap Lisha menahan keduannya dengan merentangkan tangan.

"Huh,huh,huh... sakit" keluh Ifah memegangi telinganya yang di jewer oleh Kris

"Setimpal" tukas Kris menoyor kepala Ifah

"WOY..." teriak Kris membuat Lisha terperanjat

"Apa sih kak teriak-teriak" gerutunya

Kris hanya cekikikan, Tak lama yang di panggil oleh Kris datang, Riski dan Dwy-pacarnya.

"Gabung sini, jangan berdua mulu nanti itu kalau mau berduaan" ucap Kris sambil mengedipkan matanya membuat Lisha mendelik

"Kapan sampai?" Tanya Riski pada Kris

"Udah sejam lalu" jawabnya "sejak kapan nih jadiannya?" Lanjut Kris kini ia yang bertanya

"Owhh... baru juga kemaren" jawab Riski santai kemudian menggandeng sang pacar yang duduk di sampingnya

"Lebay" Melihat itu Ifah mendelik seperti tak s**a

"Wah udah punya calon kakak ipar d**g" sahut Lisha ceplos

"Hiss apaan" rutuk Ifah membuat Lisha terkekeh geli melihat tingkahnya

"Kenalkan saya Elisha" ia mengulurkan tangan pada Dwy

"Saya Dwy" sambut Dwy ramah

Ini yang di s**ai Kris pada Lisha, dia yang s**a berteman jika mendapatkan orang yang tepat namun jika tidak maka akan sulit untuk berteman dengan gadis ini.

"Kenapa?" Tanya Lisha saat menyadari kekasihnya memperhatikan dirinya

"Tidak apa-apa dek"

"Owh"

Setelah sesi perkenalan, yang Lisha tau bahwa Dwy adalah seorang janda muda beranak satu namun anaknya di ambil alih sang mantan suami dan itu sebab ifah tak menyukai sang kakak berpacaran dengan Dwy ini, itu ifah katakan saat Riski membawa Dwy masuk ke dalam rumah orang tua Ifah.

"Yuk masuk, udah larut malam nih" ujar Lisha saat melihat jam di ponselnya

00:30

"Iyah ini juga mau hujan" sahut Kris memperhatikan cuaca yang sudah gelap bukan karena malam hari namun karena langit yang tadi biru kini berawan hitam juga sesekali ada gemuru di temani kilat.

Ketiganya masuk, Kris masuk ke kamar Riski. Karena pintu tak tertutup rapat ia menerobos masuk namun alangkah terkejutnya dia saat melihat Riski dan Dwy yang sedang bertautan bib'r, reflek keduanya menghentikan aktifitas itu.

"Masuk saja Kris, udah biasakan" sambut Riski sambil mengangkat² Alis

"Hadeh jadi mengganggu nih" ucap Kris sembari duduk di atas kasur.

Di kamar Riski ini lumayan luas ruangannya.

03/12/2023

PCMD28

Kebiasaannya saat masuk ke rumah Budeknya yang langsung nyelonong saja tanpa menghiraukan ocehan budeknya terlebih dahulu, terdengar dari luar senda tawa di dalam kamar ifah Kris pun segera membuka lebar pintu tersebut. Membuat kedua gadis di dalam terkejut terlebih Lisha yang saat ini sedang tak memakai hijab juga gamis, karena kegerahan ia meminjam pakaian ifah, kaos berlengan sangat pendek yang jika mengangkat tangan akan memperlihatkan ketiaknya juga celana pendek ketat sepaha.

Melihat itu mata Kris tak berkedip, sebab baru pertama melihat Lisha seperti itu bahkan di rumahnya saja jika sehabis mandi ia sudah berganti pakaian di kamar mandi. Ia meneguk salivahnya susah payah melihat tubuh mungil yang bersih itu.

"Eh kakak tutup kembali pintunya" teriak Lisha yang sedang menutup tubuhnya dengan selimut

"I-iyah dek, aku tunggu di dapur yah" ujar Kris saat pintu sudah ia tarik menutup

-
Tak lama Lisha sudah keluar dengan setelan gamisnya namun tidak memakai cadar sebab sudah biasa dengan Kris, ifah mengekor dari belakang.

"Wah bakso nih" seru Ifah

"Ini sebungkus kau dan budek" ujar Kris memberikan sebungkus pada Ifah

"Okeh..." ifah menerimanya

"Ini kita berdua ya dek" ucap Kris menatap Lisha, ia hanya mengangguk

Setelah menghabiskan bakso mereka bertiga duduk di sebuah warung-warung kecil yang biasanya di pakai tetangga untuk menjual nasi kuning di pagi hari, warung itupun tak memiliki dinding penutup hanya atap daun dan empat tiang juga satu buah meja dan dua bangku panjang.

"Jam berapa sekarang dek?" Tanya Kris saat duduk di bangku kayu tersebut yang di ikuti Lisha dan Ifah

"Jam sembilan kak" jawabnya setelah melihat dari ponselnya

"Berarti Lisha tidur di rumah kamu d**g Kris" ujar Ifah

"Ya terserah dari Lisha saja" sahut Kris

"Aku tetap tidur di rumahmu lah Fah, kita kan sekarang sohib" ucap Lisha

"Wokeee... sohib" sambut ifah sumringah

"Jangan sohiban sama ifah, dek. Nanti ketularan sint*ng"

Plak

"Aduh..." Kris meringis.

Address

Desa Tada Utara
Tada

Telephone

+6285757534256

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Karyaku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category