31/01/2015
"BROKER", "MAKELAR" atau "CALO", Persepsi apa yang muncul dipikiran kita ? Mungkin yang muncul di pikiran kita itu adalah orang yang s**a minta komisi, ada unsur percaloan, atau malah banyak perspektif negatif yang muncul setelah mendengar istilah itu. Perspektif negatif itu bisa muncul karena masih banyak di antara kita yang bingung dan tidak mengerti dengan baik apa dan siapa makhluk yang bernama broker properti itu.
Broker properti = Negosiator
Tugas dasar seorang broker properti sebenarnya adalah sebagai negosiator, karena ia akan menjadi orang yang menjembatani kepentingan semua pihak.
Broker properti itu harus bisa mempertemukan kepentingan dari pihak penjual dan pembeli sehingga mereka bisa sama-sama mendapatkan kepuasan dari transaksi itu. Dikatakan memperoleh kepuasan bila pemilik properti dapat menjual dengan harga yang pantas dan pembeli dapat memperoleh properti yang diinginkan dengan harga wajar. Hasil akhir dari brooker adalah memperoleh komisi dari jasa layanan mereka.
Menjadi seorang negosiator tidaklah mudah, ia dituntut untuk mengetahui dengan baik tentang banyak hal dari yang bersifat teknis yang kasat mata seperti properti itu sendiri, pemasaran, apraisal / penaksiran properti, seluk beluk negosiasi, kemampuan / keadaan finansial para pihak, hukum perdata dan pidana hingga samapai ke hal yang bersifat pribadi dan tak terlihat namun terasa yaitu kondisi psikologis mereka.
Hal itulah yang kemudian membuat perbedaan yang sangat mendasar antara makelar dengan broker properti. karena makelar pada umumnya hanya berpihak pada kepentingan pribadinya sendiri sedangkan broker berusaha mempertemukan keinginan semua pihak