ASAL Muasal

ASAL Muasal menceritakan asal muasal dari suata kisah yang di dapat dari narasumber, nyata ataupun web, karangan

CERITA RAKYAT KABUPATEN MUKOMUKOBerbicara tentang Bumi Rafflesia, tak ada habisnya. Banyak orang yang senang menghabiska...
15/05/2024

CERITA RAKYAT KABUPATEN MUKOMUKO
Berbicara tentang Bumi Rafflesia, tak ada habisnya. Banyak orang yang senang menghabiskan waktu liburan atau akhir pekan di Provinsi Bengkulu. Salah satunya, Kabupaten Mukomuko, dengan sejuta tempat wisata yang unik. Disamping tempat wisata yang sengaja dibangun, banyak kekayaan alam yang sayang untuk dilewatkan.

Mukomuko bukan Kabupaten ‘Numpang Lewat’, sebab di Kampung Sakti Rantau Batuah ini memiliki Obyek Wisata dalam Sebuah Cerita Legenda. Ditambah lagi, saat pagi hari pemandangan disini sangat indah, diselingi kabut pagi yang mulai beranjak pergi dengan ditemani sang buruh perusahaan perkebunan, mencoba peruntungan dengan memanen Tandan Buah Segar (TBS), yang mulai terbangun bersamaan dengan senyuman sang mentari pagi.

Obyek Wisata Batu Takup adalah batu yang memiliki nilai historis dan sejarah. Sejak zaman dahulu hingga kini Batu Takup menjadi salah satu obyek wisata di Kecamatan Malin Deman. Namun, belum cukup dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan.

Batu ini terletak di wilayah Desa Talang Arah Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko. Dari Kota Bengkulu, Batu Takup bisa ditempuh melalui jalur darat baik kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 5 Jam perjalanan atau sekitar 187 KM.

Menuju Batu Takup merupakan sebuah perjalanan yang sangat mengejutkan! Wuzz.,agak lebay memang, tapi kalau sudah buktiin sendiri, baru bisa mengerti. Sebab, perjalanannya lebih ekstrem. Tidak hanya naik turun, berkelok-kelok, berbatu koral, tanah kuning, medan yang dilewati, weleh-weleh kalau motor dan mobil yang tidak bener-benar dalam kondisi prima, bisa hancur tuh…

Untuk menuju kesana, kita mesti berhenti di Kecamatan Ipuh terlebih dahulu. Dari sana, pelancong melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Malin Deman dengan melintasi Desa Sibak yang berjarak sekitar 4 Km hingga tiba di areal perkebunan sawit salah satu perusahaan Desa Talang Arah.

Obyek Wisata Batu Takup, dikenal bukan hanya karena panoramanya yang indah, tetapi juga dikenal karena legendanya yang sangat mashur. Menurut cerita warga setempat, batu ini merupakan sebuah kisah legenda yang dikenal masyarakat Malin Deman. Kisah ini menceritakan sosok laki-laki yang memiliki istri dua atau ‘Poligami, hidup mereka miskin, konon semasa itu dipercayai menetap di areal hutan Desa Talang Arah.

Diceritakan Rosma (76) warga Desa Talang Arah, semasa itu sosok laki-laki memiliki dua orang istri. Dari istri pertama, pria itu memiliki 3 orang buah hati, sementara istri muda belum dikaruniai anak. Namun, dalam perjalanan hidup mereka, laki-laki itu lebih sayang dengan istri muda dari pada istri tua.

Siingat Rosma yang ia dapat dari orang tuanya, sang pria lebih sayang dengan istri muda. Istri tua pun merasa iba hati atas perhatian lebih yang diberikan dengan istri muda. Singkat cerita, istri tua memutuskan untuk meninggalkan sang suami, dengan berlari ke hutan belantara. Dalam pelariannya itu, istri tua menitipkan dua orang anaknya yang telah beranjak remaja. Sementara anaknya yang masih menyusui dibawa dirinya.

Setelah beberapa jam perjalanan di hutan belantara, istri tua menemukan batu besar yang datar. Disana, dirinya beristirahat untuk menyusui anaknya. Usai menyusui anaknya, sang ibu pun berkata dengan anaknya itu ‘Tinggal lah di sini nak (Diatas batu,red), ibu mau bunuh diri,’ itu sepenggal ucapan yang masih teringat dibenak Rosma.

Mendengar istri tua meninggalkan rumahnya, sang suami pun berusaha mencari keberadaan sang istri tua. Setelah menguras keringat cukup banyak akhirnya keberadaan sang istri tua pun ditemukan sang suami.

Namun, saat ditemukan dirinya hanya menemukan sosok anaknya yang tergeletak diatas batu besar tempat sang istri tua menyusui. Sementara, sang istri tua sudah tertelan batu didalam ‘Batu Takup’ tak jauh dari batu besar tempat menyusui anaknya. Selain itu, sang suami pun berusah mencoba menarik sang istri. Sayangnya, saat ingin ditarik keatas seluruh badannya sudah tertelan dan hanya tersisa rambut.

CERITA BENTENG MARLBOROUGHBenteng marlborough Bengkulu selain dikenal sebagai salah satu situs peninggalan sejarah pendu...
15/05/2024

CERITA BENTENG MARLBOROUGH

Benteng marlborough Bengkulu selain dikenal sebagai salah satu situs peninggalan sejarah pendudukan Inggris juga terkenal sebagai salah satu bangunan terangker di Indonesia. Kisah misteri dibalik kemegahan benteng Marlborough terdengar seiring dengan peristiwa yang pernah terjadi di tempat tersebut. Bangunan yang menjadi salah satu benteng pertahanan pasukan Inggris terkuat tersebut kini telah beralih menjadi tempat wisata historis bagi seluruh dunia.

Sebagaimana bangunan tua lainnya di Indonesia yang tak lagi digunakan memang sangat kental dengan dunia lain atau makhluk ghaib yang mendiami bangunan tersebut. Tak berbeda dengan Lawang Sewu, Benteng Marlborough juga banyak menyimpan misteri dibalik kemegahannya. Keheningan malam di bekas bangunan peninggalan Inggris tersebut memang sangat istimewa, namun dibalik kesunyiannya jika kita sempat berkunjung ditengah malam maka akan melihat dan merasakan berbagai misteri yang terdapat di dalamnya.
Baca Juga: Kisah Misteri Alas Roban Yang Menyeramkan
Terdapat beberapa kisah misteri dibalik kemegahan benteng Marlborough yang banyak diceritakan masyarakat. Adapun cerita tersebut antara lain sebagai berikut:
Suara Langkah Kaki

Suara jejak kaki ditengah kesunyian tentu akan memberikan kesan misteri yang membuat bulu kuduk merinding. Inilah kisah misteri yang kerap dirasakan orang-orang yang mengaku pernah datang ke benteng Marlborough di malam hari.
Bebauan Busuk

Cerita ini juga tak kalah mengerikan jika dibandingkan dengan cerita pertama. Misteri bau busuk yang kerap dihirup para pendatang ketika berada di tempat ini hingga kini tidak terpecahkan. Pasalnya tidak ada bangkai apapun yang terdapat di lokasi tersebut. Bau busuk layaknya bangkai binatang yang banyak dirasakan memang tidak selalu ada namun dapat datang dan pergi berkali-kali seakan memberikan tanda bahwa di benteng Malborough terdapat makhluk tak kasap mata.

Makhluk Halus

Ada p**a pengunjung yang menceritakan bahwa di tempat itu khususnya di ruangan bawah tanah aura mistis sangat terasa. Hawa dingin dan lembab disinyalir kuat menjadi tempat yang disukai makhluk ghaib bermukim. Tak heran jika ada yang pernah melihat makhluk halus berwujud seorang lelaki setengah baya tengah duduk dan dipasung dengan rantai di bagian kaki dan tangannya. Mungkinkah gambaran ini menggambarkan kejadian atau peristiwa di benteng Malbourgh di masa lalu?
Baca Juga: Sejarah Keris Setan Kober Piandel Arya Penangsang
Pintu Penghubung Dengan Alam Ghaib

Misteri yang paling mengerikan bangunan peninggalan Inggris di wilayah Bengkulu yakni adanya pintu penghubung antara alam manusia dan alam ghaib. Konon di benteng marlbourg terdapat tiga pintu penghubung dengan alam ghaib yang masing-masing terdapat di ruangan penjara, pintu gerbang masuk, serta bawah jembatan.

Dengan demikian dapat kita logika kenapa banyak misteri di benteng Malborough tak lain yakni karena adanya pintu alam ghaib yang terbuka. Lalu lalang makhluk halus tentu bisa saja terjadi jika cerita tersebut benar adanya. Demikian sedikit kisah

Asal Usul Orang RejangBeberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti tentang masyarakat Rejang yang umumnya...
14/05/2024

Asal Usul Orang Rejang

Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti tentang masyarakat Rejang yang umumnya didasarkan pada Informasi-informasi dan cerita-cerita lisan turun-temurun dari orang-orang tua Rejang, karena tidak ditemuinya catatan tertulis, yang dapat dijadikan rujukan baik berupa manuskrip atau prasasti maupun catatan-catatan pribadi para pemimpin zaman dahulu atau orang tertentu dari nenek moyang orang Rejang. Seperti antara lain Jhon Marsden yang merupakan seorang serjana inggeris pada tahun 1779 M yang menulis buku dengan judul “The History Of Sumatera”, kemudian Mohammad Hoesein yang merupakan putra Asli Rejang dari anak pangeran Kota Donok Lebong pada tahun 1960-1966 M yang menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan, dimana dituangkan dalam naskah yang berjudul “Tembo dan Adat Rejang Tiang IV”. Tak hanya itu DR hazairin Putra Bengkulu pada tahun 1932 dalam rangka penyusunan Desertasinya yang berjudul “De Rejang” yang kemudian dibukukan oleh M.A YAspan seorang serjana Australia dari Australia National University yang mengadakan penelitian pada tahun 1961-1963, yang dituangkan dalam bukunya “From Patriliny To Matriliny, Structural Change Amongst The Rejang Of Southwest Sumatera” serta yang paling terahir Prof DR Richard Mc Ginn, yang merupakan Guru Besar Ohio University, USA.

Namun dari keempat penelitian tersebut tidak ada satupun yang menyimpulkan secara konkrit tentang asal mula dari mana datangnya nenek moyang Suku Rejang, akan tetapi secara umum mengindikasikan suku rejang berasal dari india belakang (Semenanjung Vietnam) karena berdasarkan kepada teori tentang asal usul nenek moyang bangsa indonesia adalah para manusia perahu dari india belakang yang mencari daerah baru kep**auwan nusantara pada abat ke 2 M yang berlayar dari pantai barat sumatera, dan mereka menduduki sungai ketahun kemudian menetap dilebong yang waktu itu bernama Renah Sekelawi-pinang belapis, akan tetapi secara jelas, keempat penelitian tersebut hanya menyimpulkan bahwa orang Rejang berasal dari empat kelompok manusia yang ada di daerah Lebong yang mula-mula dipilih oleh para Ajai.

Sedangkan penelitian yang terahir oleh Prop DR Richard Mc Ginn tahun 2006 menyimpulkan bahwa asal usul orang Rejang adalah daerah Tonkin Indochina, (India Belakang) yang sekitar 1200 tahun yang lalu melalui Kalimantan mereka pindah ke sumatera, pada waktu itu, mereka berlayar menuju serawak (Kalimantan Utara) dan sebagian menetap disana hingga sekarang keturunan mereka masih tetap berbahasa Rejang, dan disana juga ada sebuah sungai yang bernama sungai Rejang. Dari sana mereka berlayar melalui p**au Bangka dan Belitung, menuju memudiki sungai Musi kemudian menyimpang ke kanan memudiki sungai rawas hingga ke daerah yang paling hulu, sebagian ada yang tinggal di sana, terahir mereka memudiki sungai rawas dan menuju Gunung Hulu Tapus sehingga menetap disana.
Teori yang diungkapkan oleh oleh Prop DR Richard Mc Ginn tahun 2006 ini ternyata sama dengan apa yang dicerita-cerita oleh orang tua Rejang bahwa nenek moyang Orang Rejang pertama kali tinggal di sekitar danau besar di Gunung Hulu Tapus. (salah satu naskah tentang ini masih disimpan oleh Bapak Rattama, yang merupakan Imam Desa S**a Kayo Kabupaten Lebong).
Suatu Realitas, bahwa 7 desa Rejang di KEcamatan BErmani Ulu Rawas Kaupaten Musi Rawas, Yaitu Desa Kuto Tanjung, Desa Napal Licin, Desa Sosokan, Kelurahan Muara Kulam (Ibu kota Kecamatan) Desa Muara Kuwis (dekat Dengan desa Embong utara kecamatan Lebong Utara), Desa sendawar dan desa Karang Pinggan, yang merupakan salah satu bukti kebenaran teori di atas yang menyatakan bahwa “sebagian dari mereka ada yang tinggal di Rawas”.
Diperkirakan, setelah melewati masa yang lama mereka tinggal di dekar sebuah danau yang besar tersebut, anak keturunan mereka turun ke dataran rendah tapus di sebuah dusun S**a Negeri (sekarang) kemudian keturunan mereka menyebar dan akhirnya terdiri dari empat kelompok yang menetap di dusun, masing-masing dipimpin oleh Ajai. Empat kelompok inilah yang menjadi cikal bakal Rejang Tiang Empat lima Raja, yang sangat terkenal dalam nama Tembo Rajo.

Address

Sumatra Selatan
Tebing Tinggi

Telephone

+82279178751

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ASAL Muasal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to ASAL Muasal:

Share

Category