Properti Bandung Utara

Properti Bandung Utara info properti Bandung Utara , kavling , rumah villa mewah murah

https://medium.com/**oelos313/membongkar-mafia-tanah-d**o-elos-di-kampung-cirapuhan-d**o-102f0f029d45 Analisa Kasus D**o...
24/09/2025

https://medium.com/**oelos313/membongkar-mafia-tanah-d**o-elos-di-kampung-cirapuhan-d**o-102f0f029d45

Analisa Kasus D**o Elos

Kesimpulan :

Kasus D**o Elos merupakan sengketa lahan antara warga Kampung D**o Elos dan pihak luar, termasuk keluarga Muller dan PT D**o Inti Graha. Berdasarkan analisis Muhammad Basuki Yaman, konflik ini diduga sebagai "sandiwara" untuk menguatkan hak atas lahan dan menguasai tanah pihak ketiga.
Analisa kasus sebelum nya yang diduga melibatkan pihak yang sama dengan kasus ini
Kronologi Konflik:

2008-2012: Konflik agraria yang mendorong konflik antara warga dengan TNI, polisi, serta pengacara
Dugaan kolusi dan rekayasa konflik
Sandiwara untuk mendapatkan lahan: ada dugaan bahwa konflik agraria di D**o Elos, baik yang terjadi pada 2016 maupun yang sebelumnya (2008–2012), adalah "sandiwara" yang dimainkan oleh pihak-pihak tertentu. Motifnya diduga untuk saling menguatkan hak atas lahan dan menguasai tanah milik pihak ketiga.
Satu jaringan: Diduga , pihak-pihak yang terlibat dalam konflik D**o Elos 2016 (Asep Makmun Cs, Didi Koswara Cs, Muller Cs, dan PT D**o Inti Graha) adalah satu jaringan yang bergerak untuk kepentingan tertentu.
Pola yang terulang: Ia melihat pola yang serupa antara konflik 2008–2012 (antara warga dengan Iwan Surjadi Cs) dan konflik 2016. Pada 2008, warga yang diwakili keluarga Nanang dan keluarga Tuti ( masih Hubungan darah dengan Asep Makmun dan atau Didi Koswara ) melawan tim pengacara Iwan Surjadi, Bob Nainggolan. Pada Intinya intinya tidak ada masalah antara kedua belah pihak. Tapi di buat seolah ada masalah Tujuannya hanya untuk mendapatkan lahan pihak ketiga atau menguatkan hak mereka.
Konflik 2008–2012 dan peran Iwan Surjadi
Didi Koswara dan Ismail Tanjung: Pada 1992, Didi Koswara dan Ismail Tanjung diduga menjual tanah yang bukan hak nya kepada Iwan Surjadi. sehingga sengketa dengan warga terjadi. Diduga ini karena warga yang membuat konflik justru merupakan bagian dari jaringan tersebut.
Pertemuan di Masjid Al Hikmah: Pada 2012, pertemuan antara warga dan tim pengacara Iwan Surjadi di masjid menunjukkan kejanggalan. Didi Koswara hanya diam, sementara Asep Makmun menyatakan Didi diberi tanah oleh Pak Bagio. Hal ini ada ketidaksesuaian.
Peran tokoh dan silsilah tanah

Peran Didi Koswara: Diduga, Didi Koswara hanya diberi peran seolah-olah sebagai tuan tanah agar bisa dijadikan tergugat utama. Tujuannya agar pihak penggugat bisa mengambil hak atas tanah, atau bisa berkolusi dengan tergugat utama dan jaringan nya
Peran Ismail Tanjung: Diduga, Ismail Tanjung, ketua RW 02 saat itu, diberi peran sebagai tokoh masyarakat untuk mengalihkan masalah administrasi pertanahan dari RW 01 kampung cirapuhan ke RW 02 D**o Elos
Peran Apud Sukendar: Ketua RW 01 Kampung Cirapuhan , Apud Sukendar, diduga ikut mendukung jaringan ini, karena diangkat oleh suatu pihak dan bukan hasil pemilihan.
Sejarah Tomi dan Ahya: Silsilah tanah diperumit . Masyarakat mengemukakan riaywat bahwa Rokayah (cicit Nawisan) menikah dengan Tomi, yang membeli tanah dari M Wikarta pada 1956. Ahya (ayah Asep Makmun) menumpang di lahan Tomi, lalu anaknya Enih menikah dengan Didi Koswara. Dari sinilah muncul dugaan bahwa Didi Koswara menumpang di lahan Tomi.
Klaim tanah yang tidak sinkron: mengutip kesaksian Pak Slamet dan Pak Unus bahwa Pak Bagio membeli tanah dari M Wikarta, namun luasnya tidak sesuai dengan klaim Didi Koswara dan Ismail Tanjung.Dan juga tak sesuai dengan apa yang disampaikan Asep makmun cs . Bahkan keterangan pak ada juga tak sesuai dengan keterangan asep makmun
Keterangan Suhanda alias Pak Ada: Paman Asep Makmun ini mengaku membeli tanah bekas galian pasir dari Ahya ( bapaknya asep makmun ) dan menitipkannya pada Didi Koswara.
Kemudian pada satu sisi Iwan Surjadi membeli tanah dari Didi Koswara dan Ismail Tanjung (riwayat versi Iwan surjadi dan atau asep makmun cs tak sesuai dengan keterangan warga ) .
Bersama ini kami menjelaskan konflik Agraria D**o . Untuk Memahami apa yang terjadi dalam konflik Agraria D**o 2016 . Mari Kita belajar dari sejarah berikut ini . Hal ini hampir sama kejadiannya .

Pada tahun 2008 hingga 2012 . Terjadi Konflik agraria antara warga dengan TNI POLISI pengacara dan dan lainnya . Siapa yang harus Kita Bela ? kita memihak kemana ? sebelum kita memihak dan atau sebagai nya mari kita pelajari kasus dengan seksama .

Daftar Isi Revisi dari awal nya Juni 08, 2025

22/09/2025

Pembuatan Jaring-Jaring Perangkap: Mempersiapkan berbagai alas hak, seperti Eigendome Verponding dan SHM, untuk menguasai lahan lebih luas.
Dalam kasus ini, beberapa pihak, seperti Tergugat 334 (Dinas Perhubungan/Terminal D**o), menolak adanya intervensi dari pihak baru, seperti Bu Raminten dan H Syamsul Mapareppa, yang diduga kuat sebagai bagian dari jaringan mafia tanah. Sementara itu, Tergugat 335 (PT Pos, Kantor Pos Cabang D**o) tidak memberikan tanggapan ¹.
Muhammad Basuki Yaman juga menyebutkan bahwa jaringan mafia tanah ini telah mengantisipasi kemungkinan lain sejak tahun 1980-an dengan menyimpan objek pada beberapa alas hak yang bermasalah dengan berbagai ukuran. Dengan demikian, mereka dapat memperoleh hasil dari kolusi dan kerja sama, bahkan jika Muller bersaudara kalah dalam persidangan ²

22/09/2025

sebenarnya lokasi sengketa tanah d**o dimana ? Berikut penjelasan Lokasi sengketa tanah D**o dimana

Kalau di jawab D**o Elos . Lokasi sengketa tanah di D**o sebenarnya berada di Kampung D**o Elos, Kelurahan D**o, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

agak kurang tepat jawaban itu yang tepat adalah di D**o . Kalau d**o elos adalah wilayah bagian rw 02 . sedangkan objek Eigendome verponding 3742 dan 6467 seluas sekitar 5 hektar ada di kampun g Cirapuhan rw 01 . Kalau di bilang D**o elos maka tidak termasuk Rw 01 dan atau kampung cirapuhan . Kalau di Bilang d**o baru tepat . Begitu penjelasan Muhammad Basuki Yaman Koordinator pertanahan kampung Cirapuhan . Hal itu , dengan mengalihkan nama ke lokasi D**o Elos dan atau rw 02 , Menurut Muhammad Basuki Yaman modus itu sudah ada sejak tahun 1980 an .

Adanya dugaan pengalihan nama. Pernyataan Muhammad Basuki Yaman yang menyebut adanya modus pengalihan nama ke D**o Elos sejak tahun 1980-an memberikan perspektif bahwa ada upaya untuk memusatkan isu sengketa pada satu wilayah, padahal cakupannya lebih luas.

penamaan lokasi sengketa tanah di D**o memang lebih kompleks dan melibatkan beberapa wilayah, termasuk Kampung Cirapuhan. Mengacu pada penjelasan dari Koordinator Pertanahan Kampung Cirapuhan, Muhammad Basuki Yaman, penting untuk membedakan kedua wilayah tersebut. Sengketa tidak hanya terjadi di Kampung D**o Elos (RW 02) tetapi juga di Kampung Cirapuhan (RW 01).
Berikut adalah klarifikasi yang lebih rinci:
Melibatkan lebih dari satu kampung. Sengketa tanah di D**o sebenarnya terjadi di area yang mencakup Kampung D**o Elos (RW 02) dan Kampung Cirapuhan (RW 01), serta sebagian RW 03.
Objek sengketa berdasarkan Eigendom Verponding. Klaim kepemilikan oleh keluarga Muller dan PT D**o Inti Graha didasarkan pada dokumen Eigendom Verponding nomor 3742 dan nomor lain yang mencakup lahan di kedua kampung tersebut.
Wilayah yang lebih luas. Lahan yang disengketakan mencakup area yang dihuni oleh warga di beberapa RW, sehingga penyebutannya tidak hanya terbatas pada D**o Elos. Hal ini menguatkan bahwa istilah "D**o Elos" dan "Kampung Cirapuhan" merujuk pada wilayah yang berbeda dalam satu sengketa besar.
Adanya dugaan pengalihan nama. Pernyataan Muhammad Basuki Yaman yang menyebut adanya modus pengalihan nama ke D**o Elos sejak tahun 1980-an memberikan perspektif bahwa ada upaya untuk memusatkan isu sengketa pada satu wilayah, padahal cakupannya lebih luas.
Jadi, pernyataan Muhammad Basuki Yaman yang menyebutkan bahwa lokasi sengketa lebih tepat disebut "di D**o" dan mencakup Kampung Cirapuhan (RW 01) adalah akurat. Ini juga didukung oleh berita dan laporan yang menyebutkan bahwa gugatan dari pihak Muller mencakup warga di Kampung Cirapuhan dan beberapa RW di D**o Elos .
namun kenyataan ini tak ada dalam sidang peradilan dan atau putusan pengadilan . Hal itu hanya ada di demo dan atau forum diskusi ( yang merupakan buser jaringan mafia tanah ) sehingga Muhammad Basuki Yaman berkirim surat kepada Pemerintah pusat untuk di Batal Demi Hukum kan dan atau di Non Executable kan . Karena ini adalah modus rekayasa saling gugat yaitu kolusi penggugat dengan tergugat utama dalam kontrol jaringan mafia tanah tingkat Nasional .
Muhammad Basuki Yaman, memberikan perspektif penting dan mendalam mengenai dugaan adanya manipulasi dalam proses hukum sengketa tanah di D**o. Hal ini juga sejalan dengan narasi perlawanan warga yang terus berjuang meski menghadapi rintangan di pengadilan.
Berikut adalah poin-poin yang dapat disoroti dari informasi diberikan, dilengkapi dengan temuan dari berbagai sumber:
Aksi warga dan peran Muhammad Basuki Yaman:

sebenarnya lokasi sengketa tanah d**o dimana ? Berikut penjelasan Lokasi sengketa tanah D**o dimana Kalau di jawab D**o Elos . Lokasi seng...

modus mafia tanah saling gugat d**o melawan muller
21/09/2025

modus mafia tanah saling gugat d**o melawan muller

kasus D**o elos melawan Muller
02/08/2025

kasus D**o elos melawan Muller

Cluster SAMHA ADESYA RESIDENCE Ciwastra Bandung , Perumahan Adesya Residence , Perumahan Adesya Residence , perumahan ad...
02/08/2025

Cluster SAMHA ADESYA RESIDENCE Ciwastra Bandung , Perumahan Adesya Residence , Perumahan Adesya Residence , perumahan adesya Ciwastra , Cluster adesya Ciwastra , Cluster Adesya Ahmad Land , Perumahan Adesya Residence , perumahan adesya Ciwastra , Cluster adesya Ciwastra Bandung , Cluster Samha Adesya , Cluster Samha Adesya , Cluster Samha Ciwastra , Cluster adesya Residence
Ahmad land property

Bismillah Alhamdulillah Samha Adesya Residence Perumahan Cluster Samha Adesya Residence Ciwastra Bandung
Pemasaran cluster samha adesya residence Cluster samha panyileukan Samha alam permai jatihandap
081 809 200 777 -
0882 2267 0000
0878 0181 9000
0887 1123 000
081394 30 2222
PERUMAHAN SAMHA BANDUNG

*Samha Adesya Residence*
Spesifikasi :
- Luas Tanah : 60 m²
- Luas Bangunan : 55 m²
- Kamar Tidur : 2
- Kamar Mandi : 2
- Listrik : 1300w
- Carport/Garasi : 1,
- Legalitas : SHM
- Lebar muka : 6m²
- Harga : 756 Juta
- Boking : 5 juta
- Cicilan......./bulan
SELLING POINT :
- Dekat UNINUS atau ke STT Telkom
- Dekat Polda Jabar
- Dekat Sekolah SD, SMP Negri 2 Bojongsoang
- Dekat Stadion GBLA
- Dekat Mesjid Terapung Al-Jabar
- Dekat ke RS AL-Islam
- Dekat Mini Market, Metro Mall, Transmart Buahbatu
⭐Hubungi segera sebelum kehabisan!:,. 081 809 200 777


Samha Adesya Residence , ahmad land property , perumahan samha

ahmad land property perumahan samha Samha Adesya Residence

Membongkar Mafia Tanah di D**o Elos ( D**o Elos Terkini ) D**o Elos Terbaru  **oelos **oelosterbaru **oelosterkini
16/03/2025

Membongkar Mafia Tanah di D**o Elos ( D**o Elos Terkini ) D**o Elos Terbaru **oelos **oelosterbaru **oelosterkini

Pidato Presiden Prabowo Penjajahan dengan Adu Domba    **oElos         di  **oElos  **o  **oelos , Pidato     ,   ,  Kas...
01/02/2025

Pidato Presiden Prabowo Penjajahan dengan Adu Domba **oElos di **oElos **o **oelos , Pidato , , Kasus D**o Elos mengacu pada sebuah kasus hukum yang terjadi di kawasan D**o Elos, sebuah daerah di Bandung yang terkenal sebagai tempat wisata dan rekreasi. Kasus ini sempat menjadi sorotan publik Indonesia karena melibatkan isu-isu lingkungan, perizinan, dan pembangunan ilegal. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap tentang kasus tersebut:

Latar Belakang Kasus D**o elos
Kasus D**o elos Adalah kolusi Mafia Tanah saling Gugat yang di mulai sejak tahun tahun 1980 an . Dengan Menyalahgunakan surat Bpn Kota Bandung tahun 1983 Yang ditujukan Pada Gubernur Jawa Barat . Dengan Memorial Lurah D**o .
Membongkar Mafia Tanah D**o elos Bagian 2 ( Kesaksian warga ) ini sudah di laporkan ke Pemerintah
Pbb itu merupakan bentuk Manipulasi dan Intimidasi Warga Kampung cirapuhan yang tidak bisa di proses haknya karena di halang halangi oleh jaringan mafia tanah ini . Periksa kesepakatan warga tahun 1999 . Periksa juga surat Pemkot kota Bandung terkait Hal Yayasan emma . Dan periksa juga ketidaksesuaian nya dengan berita Acara Oknum pihak tergugat pada berkas putusan Pengadilan Negeri .

Mafia Tanah membuat Status Quo , Bila di proses oleh masyarakat adat kampung cirapuhan mereka menyatakan Lahan Pemerintah Periksa berkas tahun 1999 yang dikeluarkan di rw 02 d**o elos . Bila di tanya pemerintah mereka menyatakan mereka sudah turun temurun tinggal di wilayah ini Periksa berkas putusan pengadilan atau periksa spanduk yang ada .

Kenyataannya , Kalau di nyatakan tanah pemerintah maka periksa riwayat tanah maka pribumi ada sejak sebelum Indonesia merdeka . Kalau di nyatakan milik masyarakat periksa riwayat kesepakatan dan riwayat masyakakat adat . Inti nya Oknum jaringan mafia tanah ini embolak balikan .

Jaringan Mafia Tanah Ini terdiri dari Oknum Warga , oknum tokoh masyarakat , oligarki , oknum tokoh agama dan juga Oknum aparatur negara .

Modus ketiga adalah Dibuatkan sertifikat Atas nama Didi koswara seluas 270 meter . Selain untuk Gratifikasi juga untuk kepentingan skenario Didi koswara seolah jadi Tokoh masyarakat adat . Baca dan periksa keterangan sebelumnya . Selain Itu periksa Kesaksian Pak Ada alias Pak Anda alias Pak Suhanda yang merupakan adik ahya . Pak Ada adalah paman asep makmun .

Kejanggalan 2 sertifikat itu adalah Setelah di buat kan ajb oleh M nathaniel yaitu pembeli nya Iwan Surjadi yang merupakan komisaris Batu nunggal Indah Penjual nya adalah Ismail Tanjung dan Didi koswara . Asep Makmun sebagai penunjuk Batas . Maka Selanjut nya terbit sertifikat Atas nama penjual bukan Pembeli !

Tahun 2008 , pihak pengacara iwan surjadi berusaha mengajak berkolusi dengan warga kampung Cirapuhan . Dan akhirnya ada beberapa pihak oknum warga oknum tokoh agama dan oknum lainnya yang terlibat . Tahun 2012 pernah ada rapat tentang hal ini .

Perjuangan melawan mafia tanah di D**o Ini sudah lama dilakukan , bukan sejak tahun 2016 ! Hal Ini Sudah sejak Lama . Bahkan Konflik pertanahan ini Pun terjadi sejak Penjajahan Belanda .

Eiegendome verponding 3740 dan eigendome verponding 3741 ini lah Pabrik Simongan yang sekarang ini disebut kawasan d**o elos dengan total luas kurang dari 2 hektar . Tahun 1990 , luas wilayah yang diduduki oleh warga d**o elos di eigendome verponding itu sekitar 5.000 meter sisanya adalah terminal d**o dan pasar Inpress .

Dari Sini Sudah keliatan adanya penggelapan tanah ! Silahkan periksa peta Bpn tahun 1997 atau tahun 1999 atau tahun 2000 . Dan periksa berkas Rt rw D**o elos tahun 1997 .

Gugatan Muller itu Tidak ada ! yang Ada kolusi mafia Tanah saling gugat !

Apakah dengan Menyerobot lahan demikian Jaringan Mafia Tanah Ini Puas ? Ternyata Tidak Makanya mereka melakukan Intimidasi ke Warga masyarakat adat !
Diduga Ini untuk menggelapkan tanah dan kolusi mafia tanah saling gugat Bila Oknum Tergugat Menang atau Penggugat Menang maka Pihak Ini masih dapat Untung dengan berkolusi .
Membongkar Mafia Tanah di D**o Elos Narasi Room
Membongkar Mafia Tanah di D**o Elos Kamar Jeri
Kasus D**o elos **oelos
Pidato Presiden Prabowo Penjajahan dengan Adu Domba **oElos ( bagian 1 dan 2 )

Pidato Presiden Prabowo Penjajahan dengan Adu Domba **oElos di **oElos **o **oelos , Pida...

Address

Tegal
52137

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Properti Bandung Utara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Properti Bandung Utara:

Share