07/03/2020
*Masyarakat dusun binaan Lazis Jateng mengikuti pelatihan sampah yang diolah menjadi pupuk dan bahan bakar minyak*
Banjarnegara, Jum'at 6 Maret 2020, masyarakat dusun binaan yang berasal dari Temanggung, Magelang, dan Purbalingga mengikuti pelatihan pengolahan sampah oleh Lazis Jateng yang bertempat di Kampung Gagot, Desa Kutawuluh Kecamatan Gumiwang Kab. Banjarnegara. Hal ini menjadi program kebersihan lingkungan yang harus dilaksanakan serius mengingat sampah adalah musuh terbesar lingkungan yang kita huni. Dilaksanakanya program ini juga sebagai akibat dari warga masyarakat dusun binaan Lazis Jateng yang sering membuang sampah tidak pada tempatnya. Sungai, selokan air, jalan umum dan persawahan merupakan tempat-tempat yang seharusnya bebas sampah, namun kini penuh oleh sampah. Upaya Lazis Jateng untuk mengatasi masalah sampah dengan diolah adalah solusi yang dipandang sesuai karena sampah yang bersifat organik akan diolah menjadi pupuk organik sedangkan sampah anorganik yaitu berasal dadi bahan-bahan plastik akan diolah menjadi bahan bakar minyak seperti tiner dan jenis minyak yang mempunyai RON 80. Diikuti 20 peserta, mereka tampak puas dan antusias karena yang dihadirkan adalah Pak Arul yang merupakan alumni amil Lazis Jateng Cabang Banjarnegara. Beliau yang mempunyai kompetensi di bidang pertanian dahulu merupakan karyawan salah satu perusahaan BUMN produsen pupuk kimia. Selain berbicara tentang teknik pengolahan sampah, beliau juga memaparkan tentang ketergantungan menggunakan pupuk kimia yang justru akan merusak keseimbangan tanah, maka seharusnya ada pupuk yang berasal dari organik agar keseimbangan itu terjaga kembali. Dari berbagai masalah-masalah tadi ada saling keterpaduan antara sampah dimana tanpa diolah terlebih dahulu akan menjadi masalah dan penggunaan pupuk kimia yang tidak diimbangi dengan penggunaan pupuk organik. Kini, sebagai pemberdaya masyarakat Lazis Jateng menyatukan masalah-masalah diatas dengan menemukan solusinya yaitu sampah bisa diolah menjadi pupuk, dan dari pupuk yang mereka kelola akan digunakan kembali oleh para petani dusun binaan untuk bertanam sebagai tambahan untuk menyeimbangkan penggunaan pupuk kimia. Pada kesempatan yang sama, sampah platik berhasil diubah menjadi tiner. Alat yang digunakan cukup sederhana yaitu bekas drum yang dipotong, kemudian dihubungkan dengan p**a besi yang sudah menyatu dengan kran, dari situlah kemudian hasil olahan sampah plastik yang terlelehkan mengeluarkan minyak.