Yalengga' story

Yalengga' story membaca

22/11/2025

22/11/2025

17/11/2025


Dunia terlalu jahat untuk kamu yang selalu saja mengkhawatirkan orang lain, padahal kamu tidak sebegitunya diperdulikan ...
17/11/2025

Dunia terlalu jahat untuk kamu yang selalu saja mengkhawatirkan orang lain, padahal kamu tidak sebegitunya diperdulikan oleh mereka saat kamu sedang tidak baik-baik saja.
Sorotan

Keadaan punya kenyataan
22/10/2025

Keadaan punya kenyataan

BUKU MEMBERI ILMU, AKAL MEMBERI MAKNA  Buku adalah jendela ilmu,  tapi bukan akhir dari proses berpikir.  Ia memberi kit...
22/10/2025

BUKU MEMBERI ILMU, AKAL MEMBERI MAKNA

Buku adalah jendela ilmu,
tapi bukan akhir dari proses berpikir.
Ia memberi kita pijakan, arah, dan pemahaman,
namun tak bisa menggantikan pemikiran mandiri.

Terlalu mengandalkan isi buku tanpa mengolahnya
membuat kita hanya menjadi penghafal, bukan pemikir.
Pengetahuan sejati bukan sekadar mengutip,
tapi mampu menimbang, meragukan, dan menyimpulkan.

Setiap buku lahir dari sudut pandang tertentu,
dengan konteks dan keterbatasannya masing-masing.
Maka penting bagi pembaca
untuk tidak sekadar menerima,
tetapi merenungkan dan menguji isinya.

Buku memberi bahan bakar,
tapi pikiran kitalah yang menentukan arah pembakaran.
Belajar berpikir sendiri bukan berarti menolak buku,
tetapi menjadikannya awal dari perjalanan intelektual.

Dengan begitu,
kita tidak hanya menjadi pembaca yang cerdas,
tetapi manusia merdeka
yang mampu berdiri di atas pemahaman sendiri.


Oleh.Maxim gorky

Sorotan
09/10/2025

Sorotan

🥰🤗
09/10/2025

🥰🤗

06/10/2025
P. U I S I★KOPI dan TEMBAKAU★        Aku dan kamu banyak bicara tentang puisi, meski banyak juga tentang humanisme, seja...
12/06/2025

P. U I S I
★KOPI dan TEMBAKAU★

Aku dan kamu banyak bicara tentang puisi, meski banyak juga tentang humanisme, sejarah, info populis, politik, dan juga Tuhan. Pada awalnya percakapan kita memang tidak pernah jauh dari puisi.
Kita lebih sering bersepakat ketimbang membangun silang pendapat, saling senggol ego, atau sakit hati, meski kadang cara berpikir kita tidaklah selalu sama. Semua itu tidak pernah menjadikan percakapan panjang kita menjadi membosankan, itu karena kamu s**a bergurau dan aku tulus melambungkan pujian.

Kamu hidup di dunia dengan banyak warna, aku di dunia yang lebih monokrom, tapi aku tahu duniamu tidak benar-benar menambatkan hatimu, sebagaimana duniaku ini bukanlah hasratku yang terdalam. Tapi, apa yang kamu lakukan dan capai sekarang ini tentu membuatku salut. Kemandirian yang hebat. Kamu hebat.

Pada novel Remy Sylado kita sama-sama s**a, memuja puisi Rendra dan Sapardi Djoko Damono, pun tulisan-tulisan lepas Goenawan Mohamad. Pada lagu-lagu Linkin Park, Radiohead, Padi sampai Black Pink kita menggilai. Tapi, mengapa kita s**a puisi? Kita sepakat, meski sejarah menceritakan apa yang jatuh dan bangun, yang mulia dan kemudian membusuk, yang asli tapi palsu, tetapi puisi selalu membuat kita kasmaran kepada dunia, tak jera-jera terkesima kepada benda yang tak berarti, momen romansa maupun semuram-muramnya tragedi. Puisi selalu mengembalikan pesona dunia, ketika dunia di zaman kapitalisme ini, kehilangan daya sihirnya, ketika banyak hal, hanya punya nilai-tukar, dan kehilangan kemesraannya.

Puisi adalah cerita tentang penemuan kembali, seakan-akan dunia tampak buat pertama kalinya.

Puisi juga adalah kebangkitan kembali. Kita tahu bahwa apa yang berulang dalam puisi, menjadi baru dalam tubuhnya. Puisi membuat kita tidak mengucapkan hal-hal yang itu-itu saja. Puisi membuat pengulangan menjadi gema yang indah, yang kuat, yang membangkitkan, yang terpantul—suara yang tak bisa dipertukarkan.

Puisi itu kamu.

-yalengga'story

Selama lebih dari 20 tahun, seekor singa gunung bernama Mufasa hidup dalam kondisi yang jauh dari layak. Bukan di alam l...
11/05/2025

Selama lebih dari 20 tahun, seekor singa gunung bernama Mufasa hidup dalam kondisi yang jauh dari layak. Bukan di alam liar tempat seharusnya ia berada, melainkan di balik jeruji sempit dan dalam cengkeraman rantai besi yang mengekang tubuhnya. Ia adalah korban dari sirkus ilegal—sebuah pertunjukan hiburan yang menyembunyikan kekejaman di balik tawa penonton.

Mufasa menjadi atraksi yang dipertontonkan ke sana kemari di pelosok wilayah, hidup di atas truk yang sempit tanpa ruang gerak, tanpa kebebasan, dan tanpa hak sebagai makhluk hidup. Setiap hari ia dipaksa tampil, bukan karena kehendaknya, melainkan karena paksaan dari manusia yang memperlakukannya seperti properti.

Namun takdir Mufasa berubah saat Animal Defenders International (ADI), sebuah organisasi penyelamat satwa, berhasil menggerebek dan membongkar sirkus ilegal tempat ia dipenjara. Saat tim penyelamat mendekatinya, Mufasa terlihat lemah dan nyaris putus asa. Ia seperti sudah kehilangan harapan untuk bebas.

Namun momen paling menyentuh terjadi ketika rantai besi yang selama ini membelenggunya dilepaskan. Di balik sorot matanya yang tua dan letih, ada kilatan emosi yang dalam. Matanya berkaca-kaca, seolah menyadari bahwa hari itu adalah akhir dari penderitaannya—dan awal dari hidup yang baru.

Mufasa kemudian dibawa ke tempat perlindungan yang aman, di mana ia untuk pertama kalinya bisa menginjak tanah alami, mendengar suara alam, dan merasakan kebebasan yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Meski usianya tak lagi muda, hari-hari yang tersisa kini ia jalani dengan damai, tanpa ketakutan atau tekanan.

Kisah Mufasa adalah pengingat bahwa setiap makhluk hidup berhak untuk hidup bebas dan dihargai. Ia menjadi simbol harapan, kekuatan, dan pentingnya perjuangan melawan eksploitasi satwa. Karena di balik mata seekor singa, ada jiwa yang juga ingin merasa aman, dicintai, dan dihormati.

Referensi :

1. Animal Defenders International (ADI) – "Mufasa the mountain lion rescued from circus in Peru"

https://www.ad-international.org/animals/rescued/detail.php?art_id=1013

2. The Dodo – "Mountain Lion Who Spent 20 Years Chained In A Circus Truck Is Finally Free"
https://www.thedodo.com/mufasa-mountain-lion-rescue-1447826231.html

3. One Green Planet – "After 20 Years Chained to a Circus Truck, This Mountain Lion is Finally Free"
https://www.onegreenplanet.org/news/mountain-lion-chained-to-circus-truck-is-finally-free/

📷 : Animal Defenders International


Address

Wamena

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yalengga' story posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Yalengga' story:

Share

Category