GKII Eben-Haizer Dekai

GKII Eben-Haizer Dekai Sekitar Pelayanan

Ibadah Minggu GKII Eben-Haizer Dekai Tekankan Kewaspadaan Menyambut Kedatangan TuhanJemaat Gereja Kemah Injil Indonesia ...
29/06/2025

Ibadah Minggu GKII Eben-Haizer Dekai Tekankan Kewaspadaan Menyambut Kedatangan Tuhan

Jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Eben-Haizer Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menggelar ibadah minggu pagi pada 29 Juni 2025 dengan penuh hikmat dan pengharapan. Ibadah tersebut berlangsung di bawah naungan Klasis Silimo, dan menjadi momentum rohani penting bagi warga jemaat untuk merenungkan firman Tuhan tentang kewaspadaan menjelang kedatangan Kristus.

Ibadah dipandu oleh Ibu Perina Heluka Payage sebagai pembawa acara (MC), dan diiringi pujian dari Tim Musik Gereja yang mengangkat suasana menjadi penuh sukacita.

Bagian pembukaan dibawakan oleh VC Yuliancr Adi Giban, dilanjutkan dengan panggilan untuk beribadah berdasarkan Injil Lukas 12:35–40, yang juga menjadi dasar khotbah minggu tersebut.

Doa syafaat dipimpin oleh Pdt. Anthon Sugun, S.Th, sementara doa persembahan dibawakan oleh Martinus Matuan, S.IP. Puncak ibadah adalah penyampaian firman Tuhan oleh Pdt. Lukas Giban, S.Th, dengan topik yang menekankan pentingnya kewaspadaan pribadi dalam kehidupan iman.

Firman Tuhan dalam Dua Bahasa

Firman Tuhan diambil dari Injil Lukas 12:35–40, dan dibacakan dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Ngalik (bahasa daerah setempat). Tema ibadah hari itu adalah:

> “Waspada terhadap diri kita sebelum Tuhan datang”,
atau dalam bahasa Ngalik: “Henebabut heperogo wolomup oh.”

Tema ini menjadi pengingat bagi jemaat untuk senantiasa hidup dalam kesiapan rohani, karena waktu kedatangan Tuhan tidak seorang pun tahu.

Ibadah berlangsung khidmat dan diakhiri dengan pesan agar seluruh jemaat tetap setia dalam pelayanan dan tidak lengah dalam menjalani kehidupan sebagai orang percaya

Pada hari Rabu, 19 Maret 2025, telah dilaksanakan ibadah keluarga Kelompok II dengan penuh hikmat dan kebersamaan. Ibada...
20/03/2025

Pada hari Rabu, 19 Maret 2025, telah dilaksanakan ibadah keluarga Kelompok II dengan penuh hikmat dan kebersamaan. Ibadah ini dihadiri oleh 22 jemaat dewasa serta 6 anak-anak, sehingga total peserta yang hadir sebanyak 28 jiwa.

Ibadah berlangsung dengan lancar, diisi dengan doa, pujian, serta renungan firman Tuhan yang memperkuat iman dan mempererat tali persaudaraan antarjemaat. Kehadiran anak-anak juga menambah sukacita dalam persekutuan ini.

Ibadah  Keluarga  Rabu 02 Oktober 2024 Renungan Roma 8:6: Hidup dalam Roh atau Daging?Dalam Roma 8:6, tertulis, *“Karena...
02/10/2024

Ibadah Keluarga Rabu 02 Oktober 2024

Renungan Roma 8:6: Hidup dalam Roh atau Daging?

Dalam Roma 8:6, tertulis, *“Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”* Ayat ini mengajarkan perbedaan mendasar antara hidup yang dikuasai oleh daging dan hidup yang dikuasai oleh Roh Kudus.

**Keinginan Daging Membawa Kematian**

Keinginan daging adalah dorongan dari sifat manusia yang cenderung berbuat dosa dan menolak kebenaran Allah. Orang yang hidup dalam keinginan daging tidak dapat menyenangkan Allah, dan akibat dari gaya hidup ini adalah kematian rohani. Roma 8:6 dengan jelas menyatakan bahwa **keinginan daging membawa maut**—kematian jiwa. Ini berarti, meskipun seseorang mungkin hidup secara fisik, tetapi secara rohani ia mati dan jauh dari Allah.

**Hidup oleh Roh Kudus**

Sebaliknya, anak-anak Tuhan yang mengenal dan hidup oleh Roh Kudus akan merasakan kehidupan yang sejati. Roh Kudus memberikan kekuatan kepada orang percaya untuk hidup dalam kebenaran dan kesucian. Mereka yang dipimpin oleh Roh akan mengalami **hidup dan damai sejahtera**, seperti yang dijanjikan dalam firman Tuhan. Damai sejahtera yang diberikan oleh Roh Kudus adalah damai yang melampaui situasi dan keadaan dunia ini.

**Anak Tuhan Hidup Damai Sejahtera**

Anak-anak Tuhan yang dipenuhi oleh Roh Kudus akan hidup dalam ketenangan batin dan keharmonisan dengan Allah. Mereka akan memiliki relasi yang erat dengan Tuhan, dan kehidupan mereka akan mencerminkan kasih dan kebaikan Allah. Inilah yang disebut sebagai hidup dalam damai sejahtera—bukan berarti bebas dari masalah, tetapi memiliki keyakinan penuh bahwa Allah menyertai dan memberi kekuatan dalam setiap keadaan.

**Data Pertemuan Kelompok Rabu, 02 Oktober 2024 - Kelompok II**

Pada pertemuan Kelompok II, terdapat:
- Anak-anak: 3 jiwa
- Dewasa: 15 jiwa
- Persembahan: Rp 50.000

Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk merenungkan kembali pentingnya hidup dipimpin oleh Roh Kudus, menjauhi keinginan daging, dan menjalani hidup yang penuh dengan damai sejahtera. Semoga setiap kita terus dikuatkan dan dipimpin oleh Roh Kudus dalam setiap langkah hidup kita.

Teruslah hidup dalam Roh, dan nikmati damai sejahtera yang melimpah dalam Kristus!

Tantangan dalam Panggilan dan Pengutusan MusaKisah Musa dalam Kitab Keluaran, khususnya pada pasal 3:1-18, memberikan ga...
02/09/2024

Tantangan dalam Panggilan dan Pengutusan Musa

Kisah Musa dalam Kitab Keluaran, khususnya pada pasal 3:1-18, memberikan gambaran mendalam tentang tantangan yang dihadapinya dalam menjalani panggilan dan pengutusan dari Tuhan. Terdapat dua tantangan utama yang harus dihadapi Musa saat menerima tugas besar ini: tantangan dari dalam dirinya sendiri dan tantangan dari luar.

1. Tantangan dari Diri Sendiri: Kurang Percaya Diri

Musa, seorang yang dipilih Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir, menghadapi tantangan besar dari dalam dirinya sendiri. Rasa kurang percaya diri menjadi hambatan pertama yang harus diatasi. Dalam Keluaran 3:11, Musa mempertanyakan dirinya, "Siapakah aku ini, maka aku akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?" Keraguan ini menunjukkan bahwa Musa merasa dirinya tidak cukup layak atau mampu untuk menjalankan misi yang diberikan Tuhan kepadanya.

2. Tantangan dari Luar: Menghadapi Bangsa Israel

Selain tantangan dari dalam, Musa juga harus menghadapi tantangan eksternal. Ia merasa khawatir tentang bagaimana bangsa Israel akan menerima dirinya sebagai pemimpin. Dalam Keluaran 3:13, Musa bertanya kepada Tuhan, "Tetapi apabila aku menemui orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: Siapakah namanya? – apakah yang harus kujawab kepada mereka?" Kekhawatiran ini berlanjut dalam Keluaran 4:1 dan 4:10, di mana Musa meragukan bagaimana ia akan meyakinkan bangsa Israel dan merasa tidak mampu berbicara dengan lancar di hadapan mereka.

Kisah ini menggambarkan betapa beratnya tanggung jawab yang diemban oleh Musa dan bagaimana ia harus mengatasi keraguan serta tantangan dari dalam dan luar dirinya. Namun, dengan bimbingan Tuhan, Musa berhasil mengatasi semua tantangan tersebut dan memimpin bangsa Israel menuju kebebasan.
Minggu, 11/08/2024

Ibadah pagi tanggal 25 Agustus 2024
25/08/2024

Ibadah pagi tanggal 25 Agustus 2024

Ibadah Minggu  04 Agustus 2024Khotbah: Pdt.Lukas Giban. S.ThFirman Tuhan: Keluaran 9:13Tema: Biarkanlah umatku pergi
04/08/2024

Ibadah Minggu 04 Agustus 2024
Khotbah: Pdt.Lukas Giban. S.Th
Firman Tuhan: Keluaran 9:13
Tema: Biarkanlah umatku pergi

Address

Josudarso
Wamena
97521

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GKII Eben-Haizer Dekai posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category