08/09/2021
Nafsu
Suatu hari hari saya berkunjung ke rumah seorang teman. Kami sudah lama tidak bertemu. Rumahnya besar dan mewah sekali. Rasanya minder juga mau masuk. Untunglah sang tuan rumah orangnya sangat ramah.
Sembari kami ngobrol ngalor ngidul tak lupa disajikan makanan dan minuman oleh sang tuan rumah. Tak lupa dia mengenalkan istri dan anaknya. Anak-anaknya masih kecil-kecil. Yang besar kelas 4 sd, sedangkan yang kecil kelas 1 sd. Sembari kami ngobrol, anak-anak teman saya sedang main PS.
Suasananya agak berisik, ya maklum mereka masih anak-anak. Sampai-sampai teman saya itu berkali kali memberitahu anaknya agar tidak gaduh. Saya mengatakan ke teman saya bahwa hal itu biasa, ya namanya juga anak-anak.
Main ps apalagi di TV yang besar memang asik. Teman saya bercerita dia membeli tv beserta ps nya karena mendapat rejeki yang lumayan besar. Hingga dia bisa membeli tv yang besar, model terbaru dari merek terkenal.
Dia bercerita lebih jauh kenapa ya pas dia lihat ditoko elektronik langganannya rasanya tv itu besar sekali, tapi begitu sampai dirumah, dipasang dan ditonton berbulan bulan dia merasa tv itu jadi kecil. Padahal menurut saya tv itu besar sekali, lha ukurannya aja 55 inch.
Ada yang punya pengalaman sama? Menurut saya itu berhubungan dengan sifat dasar manusia. Yaitu sifat tidak puas yang berhubungan dengan nafsu manusia. Manusia akan terus merasa tidak puas, merasa kurang. Sudah punya tv besar, merasa kurang besar. Sudah punya hp terbaru tapi begitu ada hp model terbaru merasa gelisah ingin memilikinya. Manusia akan cenderung kurang puas atas apa yang diterimanya.
Terus bagaimana caranya agar kita tidak memiliki sifat kurang puas dengan apa yang kita miliki? Membeli barang baru padahal barang yang lama masih bisa dipakai? Bersyukur atas apa yang kita punya, pencapaian yang kita raih akan memupus rasa kurang puas terhadap pencapaian kita. Bersyukur bahwa kita punya TV bagus karena belum tentu semua orang bisa membelinya, bersyukur punya hp hingga bisa berkomunikasi dngan teman dan kerabat. Dengan bersyukur hidup kita tenang tidak dihinggapi rasa tidak puas terhadap hidup kita. Bahagia itu sederhana, gaya hidup kita yang bikin menderita.
RUMAH UNTUK SAHABAT