11/11/2019
Bersungguh Menyiapkan SDM Pengelola Proyek
Asian Agri memikat. Sesi training “mandor” kebun sawitnya dirancang detail berdurasi bulanan. Astra Otomotif pun sama, SDM-nya disiapkan dengan matang dari jauh hari. Juga, raksasa lamban Pertamina layak dirujuk lembaga training SDM-nya.
Semua perusahaan besar pemenang pasar memang begitu, mereka bersungguh menyiapkan SDM kompeten.
Inilah pelajaran yang harus kita tiru: Asian Agri menggembleng lulusan S-1, yang tak jarang masih cupu, kekanakan serta jenis anak mami, ditempa keras di tengan belantara hutan Riau, hingga siap memimpin perkebunan.
Barisan SDM berkemampuan tinggi tak serta merta datang dengan sendirinya. Training intensif kuncinya. Kita, ya kita selaku pimpinan organisasi bisnis, justru yang berkewajiban menyiapkan. Lewat pintu HRD tentu saja.
Sedari sekarang layaknya kita menyadari, bahwa;
1. Karakter pekerja tangguh itu bisa dibentuk.
Dibentak ala militer serupa di Asian Agri kalau perlu. Ya benar, ada sesi 3 minggu calon mandor perkebunan “diasuh” oleh militer aktif beneran.
Karyawan baru nge-camp di hutan sungguhan. Tujuannya penguatan mental, kedisiplinan, ketangkasan motorik, keberanian menghadapi tantangan, ketegasan gestur tubuh, dan lainnya.
2. SDM loyal itu dihasilkan dari pelatihan internal.
Bukan membajak dari luar, Astra pun Pertamina sangat serius menyiapkan kurikulum belajar berikut divisi pelatihan untuk karyawan baru. Kedua perusahaan ini mewajibkan paket pelatihan berjenjang.
Tercatat ada kepala divisi pelatihan, kepala program training, dan kepala “sekolah” yang semuanya councern menghasilkan SDM bermental juara.
3. Durasi training paling joss harus lebih 6 bulan.
Kombinasi lengkap antara menempa karakter pribadi dan etos kerja tak bisa pakai cara instan.
Belum lagi penguasaan teknis lapangan, kemampuan manajerial, keterampilan administrasi, dan detail job discription bagi staff baru, butuh durasi training minimal 6 bulan.
Pertanyaan Ferlektif
1. Tidakkah penting kita menghitung rasio kebutuhan staff kompeten berbanding tantangan pasar dan pertumbuhan perusahaan?
2. Juga, sudahkah kita memiliki term of reference pelatihan dan menyiapkan alat ukur kompetensi SDM di perusahaan kita?
Selaku pebisnis (kecil) malu hati rasanya andai kita menyepelekan pelatihan tim kerja. Teladan baik dari mereka yang “besar” telah demikian membentang. Tak lain agar kita gegas berguru.
Silahkan merenung. Mari merenung..
Khusus perusahaan property, yen ketepatan karyawan sampean ndableg, kirim saja ke Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tangan Trampil-KPTI. Mulih pelatihan dijamin keramat. Hahahaha
Info pelatihan, hubungi: +62 889-9525-3535
Salam Hangat
Aqil PropertyyToday