18/04/2022
عَن عبد الله بنِ غَناَم البَيَاضي رضي الله عنه أَنَّ رسولَ الله صلَّى اللهُ علَيهِ وسَلَّمَ قالَ: “مَن قالَ حِيْنَ يُصْبِحُ: (اللهمَّ ما أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِن خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ، فَلَكَ الحَمْدُ ولَكَ الشُّكْرُ)، فَقَدْ أَدَّى شُكْرَ يَوْمِهِ، ومَنْ قَالَ مِثْلَ ذلِكَ حِينَ يُمْسِي فَقَدْ أَدَّى شُكْرَ لَيْلَتِهِ” (رواه أبو داود والنسائي وابن حبان في صحيحه).
Dari Abdullah bin Ghanam Al-Bayadhi radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang pada pagi harinya membaca dzikir ini: Allahumma maa ashbaha bii min ni’matin au bi-ahadin min khalqika, famin-Ka wahdaKa laa syariika laKa (Ya Allah, nikmat apapun yang ada padaku, atau pada siapapun diantara makhluk-Mu, di pagi ini semua itu hanyalah berasal dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu, segala puji hanya untuk-Mu, dan segala ungkapan syukurpun hanya untuk-Mu), maka berarti ia telah menunaikan kewajiban syukurnya untuk hari itu. Dan barangsiapa yang mengucapkan dzikir seperti itu pada sore harinya, maka berarti ia telah memenuhi kewajiban syukurnya untuk malam itu” (HR. Abu Dawud, An-Nasaa-i dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya).