28/02/2026
Update Kasus Mahasiswa Aniay4 Mahasiswi yang Dia Taksir dengan Kap4k!
Ternyata SEMUANYA KORBAN. Fara korban penganiayaan, Reyhan korban sakit hati, Ferdi (pacar Fara) dan netizen korban plot twist
Ternyata ceritanya nggak sesederhana “cinta ditolak lalu balas dendam” doang. Pelaku, Reyhan, sudah menyiapkan cerita versinya di akun media sosialnya jauh-jauh hari sebelum dia menyerang Fara (korban)
Di awal kan publik langsung nge-frame Reyhan ini sebagai cowok yang naksir sendirian waktu KKN, ditolak, baper, lalu nekat nyerang. Narasi ini diperkuat klarifikasi teman-teman korban yang bilang Fara nggak salah, Fara ini cuma kasihan sama sosok pendiam dan ngajak temenan biasa, sementara si Reyhan (22) kebaperan sendiri.
Tapi setelah jejak digitalnya dibongkar dan juga dari wawancara dengan polisi, muncul fakta lain. Reyhan ternyata sudah merencanakan aksinya sejak November 2025, bahkan paginya sebelum kejadian dia mengasah kapak yang dipakai menyerang Fara (23).
Dia sudah siap dan tahu risikonya. Postingan kedekatan mereka diunggah bertahap sejak 26 Sept 2025. Mulai dari video romantis biasa, foto 0,5 live pegangan tangan (jadi sulit menyangkal itu editan), main game bareng, sampai video time-lapse momen kebersamaan mereka. Polanya kayak disusun rapi, step by step, seolah-olah dia sudah tahu nanti akan ada framing “cinta sepihak”.
Bahkan puncaknya ada foto yang menunjukkan mereka k!ssing. Seolah mau bilang, “ini bukan cuma aku yang sayang sendirian.” Dia juga repost konten yang relate, termasuk pembahasan film 500 Days of Summer. Film ini memang soal cowo yang keliatan b0doh karena “false hope” dan kecintaan sendirian. Nah di video tsb dibahas, bahwa si cewe juga salah karena kalau gak s**a kenapa memberi harapan apalagi sampai k!ss, sesuai foto yang diposting Reyhan
Dan repostan terakhir, seolah sbg penutup cerita, adalah adegan di video game dengan unsur kekerasan yang secara visual mirip dengan tindakan yang akhirnya dia lakukan ke Fara
Semua itu diunggah sebelum kejadian. Jadi kesannya, dia sudah siap dengan kemungkinan viral, sudah siap dipenjara dan sudah menyiapkan “versinya” sendiri.
Terbaru, pacar Fara bikin postingan sedih, kangen momen makan bareng sementara Fara lagi dirawat. Namun pasti sakit hati juga melihat fakta terbaru, video dan foto kemesraan Fara dengan Reyhan sang pelaku. Sang pacar membuat status bahwa dia bingung, “Jujur aku gak tau apa-apa, kenapa bisa, ada apa, bagaimana bisa, jujur bingung asli”
Yang perlu digarisbawahi.. kekerasan tetap tanggung jawab pelaku sepenuhnya. Nggak ada sakit hati yang bisa jadi alasan nyerang orang. Tapi dari sisi relasi, ini juga jadi pengingat bahwa hubungan yang nggak jelas, flirting tanpa komitmen, kedekatan fisik tanpa kejelasan status itu gak ada manfaatnya, justru hanya akan mendatangkan malapetaka.
Padahal bisa saja Fara memang tulus ingin dekat lalu seiring berjalannya waktu sudah tidak cocok, dan sebenarnya itu sah-sah aja, namun kita tidak tahu sedalam apa seseorang menanggapi suatu hubungan. Apalagi kalau emosinya belum matang. Ya gimanapun kalian masih sangat muda, masih bergejolak dan akan mudah merasa dunia hancur dan runtuh perkara ‘cinta’.
Untungnya Fara selamat dan masih dalam pemulihan. Semoga semua pihak bisa belajar. Fara belajar untuk tidak tebar harapan, Reyhan belajar menerima penolakan (meskipun sudah diberikan harapan) dan kita belajar untuk mengajari adik, anak, dan orang terdekat untuk mengontrol emosi dan perasaan mereka sambil menberi mereka kesempatan untuk merasa didengarkan (gak cuma dijudge dan dinasehati)
Ditulis oleh Faradila Novita Anasri