27/03/2017
KISAH DI SEBALIK KATA 'BAHLUL'
Pada suatu hari Harun Al-Rasyid melalui kawasan pekuburan,
dilihatnya Bahlul sedang duduk disana..
Berkata Harun Al-Rasyid kepadanya : "Wahai Bahlul, bilakah kamu akan berakal.. ?",
Mendengar itu Bahlul beranjak dari tempatnya dan naik keatas pohon, lalu dia memanggil Harun Al-Rasyid dengan sekuat suaranya dari atas pohon,
" Wahai Harun yang gila, bilakah engkau akan sedar....? ",
Maka Harun Al-Rasyid menghampiri pohon dengan menunggangi kudanya dan berkata : "Siapa yang gila, aku atau engkau yg selalu duduk dikuburan....?".
Bahlul berkata : "Aku berakal dan engkau yang gila",
Harun : "Bagaimana p**a begitu...?",
Bahlul : "Kerana aku tau bahwa istanamu akan hancur dan kuburan ini akan tetap ada, maka aku memakmurkan kubur daripada istana dan engkau p**a memakmurkan istanamu sedangkan engkau tahu bahwa kamu pasti masuk dalam kubur,
maka katakan wahai Harun siapa yang gila di antara kita...?".
Bergetarlah hati Harun,
lalu menangis dengan tangisan yang sampai membasahi janggutnya,
lalu Harun berkata : "Demi ALLAH engkau yang benar, Tambahkan nasihatmu untukku wahai Bahlul".
Bahlul : "Cukup bagimu Al-Qur'an maka jadikanlah pedoman".
Harun : "Apa engkau memiliki permintaan wahai Bahlul....? Aku akan penuhi".
Bahlul : "Iya aku punya 3 permintaan, jika engkau penuhi aku akan berterima kasih padamu".
Harun : "mintalah..." Bahlul :
Bahlul : 1. "Tambahkan umurku".
Harun : "Aku tak mampu",
Bahlul: 2. "Jaga aku dari Malaikat maut".
Harun : "Aku tak mampu",
Bahlul: 3. "Masukkan aku kedalam surga dan jauhkan aku dari api Neraka".
Harun : "Aku tak mampu".
Bahlul : "Ketahuilah bahwa engkau dimiliki (seorang hamba) dan bukan pemilik (Tuhan), maka aku tidak perlu padamu".
Dikisahkan..
sesungguhnya BAHLUL seorang yang dikenal sebagai orang gila di zaman Raja Harun Al-Rasyid (Dinasti Abbasiyah)...
*Kisah ini dikutip dari kitab yang berjudul عقلاء ﺍﻟﻤﺠﺎﻧﻴﻦ
"Orang-orang Gila Yang Berakal"